Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tembus 1.090 Jiwa, BNPB Perbarui Data Korban Bencana Sumatra

H
Penulis: Hendrawan Kariman❯
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari memberikan keterangan pers Bencana Banjir dan Longsor Sumatra, Sabtu (20/12/2025) sore,
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari memberikan keterangan pers Bencana Banjir dan Longsor Sumatra, Sabtu (20/12/2025) sore,

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hingga Sabtu (20/12/2025), total korban yang meninggal dunia mencapai 1.090 jiwa.


Advertisement

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam jumpa pers yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi BNPB.

''Untuk hari ini, 20 Desember, jumlah total korban meninggal dunia bertambah 19 jiwa. Sehingga secara keseluruhan menjadi 1.090 jiwa,'' ujar Abdul Muhari sambil mengucapkan duka cita.

Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak. Jumlahnya mencapai 472 jiwa. Untuk Aceh, ia juga menerangkan masih ada 32 orang masih dalam pencarian. Dari data yang sama disebutkan, jumlah pengungsi di provinsi paling utara di Sumatra itu mencapai 483.691 jiwa.

Advertisement

Abdul Muhari merinci, di Aceh Utara jumlah korban meninggal bertambah signifikan sebanyak 15 orang. Penambahan korban juga terjadi di Kabupaten Bireuen, Aceh Tenggara dan Gayo Lues masing-masing satu.

Sementara di Sumatra Utara, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 370 orang, dengan 72 orang masih dalam pencarian. Dalam catatan BNPB jumlah pengungsi akibat bencana banjir dan longsor di provinsi ini mencapai 17.759 jiwa.

Adapun di Sumatra Barat, korban meninggal dunia mencapai 248 orang. Sementara korban yang dinyatakan hilang atau dalam pencarian ada 82 orang. Jumlah pengungsi di Ranah Minang akibat bencana ini tercatat sebanyak 9.078 jiwa.

Advertisement

Berdasarkan rekapitulasi data terakhir yang diraihnya, Abdul menyebutkan masih ada 186 orang yang hilang atau masih dalam pencarian. Sementara jumlah pengungsi di tiga provinsi sebanyak 510.528 jiwa.

''Operasi pencarian dan pertolongan masih terus kita lakukan secara terbatas namun optimal, terutama di wilayah Aceh dan Sumatra Barat,'' ujarnya.

Apalagi, kata dia, pemerintah telah memetakan ada 5.974 rumah yang rusak berat. Bahkan pada Ahad (21/10/2025) besok, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman dijadwalkan memulai secara resmi membangun rumah sementara bagi pengungsi.

Lebih lanjut, BNPB menurut Abdul juga masih melakukan proses identifikasi korban guna memastikan data korban by name dan by address. Hal ini menurutnya tidak bisa diabaikan, terutama karena berkaitan dengan pemenuhan hak-hak ahli waris, termasuk terkait hunian sementara maupun hunian tetap.

''Kami terus melakukan pemutakhiran dari tiga posko berdasarkan laporan berjenjang, mulai dari tingkat RT, RW, kampung, hingga kelurahan. Proses ini kami harapkan segera rampung,'' ujarnya.

Abdul Muhari juga memastikan, BNPB terus melaksanakan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, terutama pangan. Dapur umum ia pastika masih akan terus beroperasi di sejumlah titik pengungsian.(end)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Dugaan  Korupsi Dana Siap Pakai di BNPB, KPK Ungkap Dugaan Keterlibatan TNI Aktif

Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai di BNPB, KPK Ungkap Dugaan Keterlibatan TNI Aktif

Dugaan korupsi dana siap pakai di BNPB, Jubir KPK Budi Prasetyo mengatakan pihakn ya mengungkap dugaan keterlibatan TNI aktif.

KPK Sebut Uang OTT di BNPB Mencapai Rp5,47 M

KPK Sebut Uang OTT di BNPB Mencapai Rp5,47 M

KPK mengamankan barang bukti dengan nilai total sekitar Rp5,47 miliar dalam OTT terkait dugaan korupsi DSP untuk penanganan bencana

Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka, Diduga Keruk Dana Darurat Bencana 

Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka, Diduga Keruk Dana Darurat Bencana 

KPK menetapkan lima tersangka dugaan korupsi dana darurat bencana BNPB, dengan barang bukti Rp13,3 miliar, aset kripto, dan logam mulia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer