
PADANG (RIAUPOS.CO) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah Perairan Sumatera Barat (Sumbar). Peringatan ini berlaku hingga Selasa (7/7) pukul 19.00 WIB.
Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, menjelaskan bahwa tinggi gelombang di kategori sedang diperkirakan mencapai kisaran 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini berpotensi terjadi di beberapa titik perairan strategis yang menjadi jalur aktivitas nelayan maupun pelayaran kapal tongkang.
“Kami memantau adanya potensi peningkatan tinggi gelombang di kisaran 1,25 sampai 2,5 meter yang tergolong kategori sedang. Kondisi ini kami perkirakan berlangsung selama tiga hari ke depan, sehingga masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan operator kapal tongkang, kami imbau untuk lebih waspada,” ujar Sahat, Ahad (5/7).
Baca Juga: Uang Tunai Rp1,2 Miliar hingga 55 Kg Logam Platinum Disita KPK dari OTT Bupati Langkat Syah Afandin
Berdasarkan data yang dirilis BMKG Maritim Teluk Bayur, sembilan wilayah perairan di Sumatera Barat masuk dalam zona berpeluang mengalami gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter, yaitu Perairan Agam–Pasaman Barat, Perairan Padang-Padangpariaman, Perairan Pesisir Selatan, Perairan Timur Sipora, Perairan Timur Siberut, Perairan Timur Pagai, Perairan Barat Siberut, Perairan Barat Sipora, dan Perairan Barat Pagai.
Sahat menekankan bahwa seluruh wilayah tersebut perlu mendapat perhatian khusus dari para pelaku aktivitas laut selama periode peringatan berlangsung, mengingat potensi risiko yang dapat ditimbulkan oleh gelombang setinggi itu terhadap kapal-kapal berukuran kecil hingga menengah.
Dalam keterangannya, Sahat menyampaikan bahwa kondisi gelombang pada rentang waktu tersebut berisiko tinggi terutama bagi perahu nelayan dan kapal tongkang yang beroperasi di wilayah-wilayah yang telah disebutkan. Ia meminta para nelayan mempertimbangkan kembali jadwal melaut apabila kondisi gelombang dinilai membahayakan keselamatan.
“Perahu nelayan dan kapal tongkang termasuk jenis kapal yang rentan terhadap gelombang setinggi ini. Kami mengimbau agar para nelayan mempertimbangkan kembali rencana melaut, serta memastikan seluruh peralatan keselamatan berada dalam kondisi baik sebelum berlayar,” kata Sahat.
Selain gelombang tinggi, BMKG Maritim Teluk Bayur juga memaparkan kondisi angin yang berhembus dari arah Barat Laut menuju Timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 3 hingga 20 knot. Kecepatan angin ini turut memengaruhi pembentukan gelombang di kawasan perairan Sumatera Barat.
Dari sisi cuaca, Sahat mengungkapkan bahwa kondisi di wilayah perairan secara umum akan didominasi cuaca berawan dengan potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat. Kombinasi antara angin kencang, gelombang tinggi, dan potensi hujan lebat ini menjadi perhatian khusus bagi BMKG Maritim Teluk Bayur.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




