Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Salah Pegang Orang saat Mati Lampu

Redaksi • Rabu, 12 Juni 2024 | 03:46 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi
PADANG (RIAUPOS.CO) -- Mati lampu tak hanya bikin orang menggerutu. Tapi ada juga terselip kisah-kisah manis, lucu dan bikin malu yang tak akan terlupakan sepanjang masa. Seperti apa?

Pemadaman listrik berjam-jam di Kota Padang pada Selasa (4/6) lalu membuat orang-orang seperti cacing kepanasan. Bukan hanya karena gerah kipas angin atau AC tak hidup, tapi juga karena geram tak bisa ngapa-ngapain. Kalau batray handphone masih ada bisalah tetap berkutat dengan gadget bergelap-gelap dengan penerangan lilin seadanya.

Bila handphone lowbatt, tak ada yang bisa dilakukan. Pingin tidur mata belum ngantuk. Sebagian orang memanfaatkan mati lampu becengkrama dengan keluarga. Suasana membeku selama ini karena asyik sendiri-sendiri dengan handphone tiba-tiba mencair. Benar-benar ngumpul sambil ngobrol-ngobrol hangat dan penuh canda. Langka terjadi kalau lampu tidak mati.

Ada yang bilang kembali kepada masa lampau sebelum ada listrik dan teknologi. Serasa di zaman saisuak. Di mana-mana gelap gulita. Bikin sesak di dada. Kalaupun ada yang terang itu mereka punya genset. Beruntunglah bagi yang punya genset walau agak berisik bunyinya.

Sebagian muda-mudi mengisi waktu saat lampu mati mencari tempat untuk nongkrong di warung dengan penerangan genset sambil cas handphone. Daripada di rumah gelap-gelap enakan sambil ngopi-ngopi dan makan mi rebus hangat-hangat di warung. Tak heran, warung-warung yang terang dipenuhi pengunjung.

Nah, sepasang kekasih sebut saja Vina dan Vino pun ikut nongkrong di sebuah kafe. Mereka terjebak mati lampu sepulang kuliah. Daripada pulang ke rumah gelap-gelap lebih baik singgah dulu di kafe yang terang benderang. Menyantap nasi goreng sambil main hape ada wifi pula. Serasa tidak dalam suasana lampu mati.

Di kafe tersebut cukup ramai. Hampir semua tempat duduk penuh. Kebanyakan muda-mudi dan anak kuliahan. Hampir dua jam Vina dan Vino di sana, tiba-tiba mati lampu. Pengunjung kafe pun serentak kaget. Kok kena mati lampu juga? Ternyata minyak genset habis. Pengelola kafe pun sibuk mencari cadangan solar. Karena gelap atau panik, si solar tak kunjung ditemukan.

"Dimana tarok jeriken solarnya?" suara seorang pria kepada rekannya sesama pengelola kafe itu. Empunya kafe gaul itu beberapa anak muda. "Gak ketemu juga, di mana taroknya?" teriak pria itu lagi nada suaranya mulai meninggi.

Rekannya pun menyusul ke arah pria itu. Kasak-kasuk mencari sesuatu tapi tak menemukan apa yang dicari. "Maaf ya, ternyata cadangan solarnya sudah habis. Mohon bersabar dibeli dulu ke SPBU," kata pria tadi kepada pengunjung kafe.

Nada kecewa terdengar dari para pengunjung. "Huuuu, akhirnya kita kebagian jatah gelap-gelap juga," celutuk seorang pengunjung laki-laki. "Yah, adil dong," suara wanita manja. Mungkin pacarnya.

Di tengah suasana remang-remang karena ada yang menyalakan lilin, terlihat pemandangan tak biasa. Terlihat ada yang merapat memanfaatkan suasana gelap. Idiih, seperti di warung remang-remang atau di taplau saja. Dasar anak muda! Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, eh kegelapan.

Lalu tiba-tiba terdengar suara berisik, ribut-ribut. "Eh, kenapa kamu pegang-pegang tangan saya?" bentak seorang wanita. "Maaf, aku tak sengaja?" suara pria di sebelahnya. Bangku tempat duduk mereka memang berdekatan sejak sebelum lampu mati. Bisa jadi lelaki itu benar-benar salah pegang.

Walau pria itu sudah minta maaf tapi mulut gadis itu masih nyerocos. Teman lelakinya pun turun tangan. "Eh, kalau memang dia tak sengaja ya mau gimana lagi, maafin saja. Namanya juga mati lampu, gelap-gelap," ujarnya.

"Tapi aku merasa ia sengaja tadi, sempat peluk aku," kata si cewek pelan memprovokasi. Lelaki itu pun naik darah. Langsung berdiri mengarah ke pria di sebelah.

"Eh kamu memang sengaja memanfaatkan kesempatan kan?" hardiknya memegang krah baju cowok itu. "Ti-tidak, bener aku tak sengaja, kan gelap mana terlihat," elaknya.

Lelaki itu telanjur emosi. Lalu menyambar tas dan menarik tangan ceweknya bergegas pergi dari tempat itu. Tapi apa yang terjadi? "Eh, kamu apa-apaan narik tangan saya?" suara cewek menepis tangan cowok itu. Ia salah orang, dikira ceweknya.

"Eh maaf, salah orang, kirain temen saya?"

"Makanya liat-liat dulu!"

"Gak kelihatan, kan gelap," jawabnya.

"Tuh kan, gak sengaja juga, sama seperti saya tadi," suara lelaki yang kena gertak tadi.

Untung mati lampu sehingga tak terlihat seperi apa wajah pria itu menahan malu. Ternyata teman wanitanya sudah pindah duduk dari tempat semula.

Sumber: Padek.jawapos.com

Editor : RP Rinaldi
#salah orang #padang #mati lampu