WhatsApp Tegaskan Percakapan Pesan Sebatas Sesama Pengguna

Teknologi | Jumat, 29 Januari 2021 - 21:26 WIB

WhatsApp Tegaskan Percakapan Pesan Sebatas Sesama Pengguna
ILUSTRASI WHATSAPP (BAYU SAPUTRA/RIAUPOS.CO)

PEKANBARU (RIAUPOS) - Setelah ingin menggulirkan kebijakan privasi yang baru, WhatsApp kali ini memanfaatkan fitur status untuk memberikan informasi terbaru bagi penggunanya. Status yang disebar berikut ditegaskan dalam cuitan akun resmi Whatsapp perihal proteksi end-to-end encryption.

Penegasan ini ditulis akun resmi WhatsApp dalam cuitannya Rabu (27/1/2021) dan status dimaksud mulai disebar kepada pengguna WhatsApp sejak Kamis (28/1/2021).


"Apapun yang kamu bagikan di WhatsApp, tetap antara (percakapana,red) kamu. Karena pesan pribadi kamu sudah diproteksi lewat end-to-end encryption dan itu tidak akan pernah berubah,"cuit akun resmi WhatsApp di Twitter.
Enkripsi end-to-end adalah mencegah data dibaca atau dimodifikasi, selain oleh pengirim dan penerima. Pesan dienskripsi oleh pengirim tetapi pihak ketiga tidak memiliki sarana untuk mendekripsi mereka (pengirim dan penerima,red).

WhatsApp Status biasanya hanya muncul saat pertama kali pengguna baru membuat akun WhatsApp. Bahasa di Status baru WhatsApp akan mengikuti pengaturan umum di ponsel. Dikutip Riaupos.co dari Radarbogor.co, ketika Status dibuka, ada empat slide status yang terpampang.

WhatsApp menuliskan bahwa WhatsApp “membagikan informasi di Status” di mana pengguna akan memperoleh informasi dan pembaruan fitur baru langsung dari WhatsApp.

Di beberapa slide Status berikutnya, anak perusahaan Facebook itu menekankan kembali bahwa mereka akan tetap berkomitmen dengan perivasi pengguna.

“WhatsApp tidak dapat membaca atau mendengengarkan percakapan pribadi Anda karena percakapan tersebut terenkripsi secara end-to-end,” tulis WhatsApp seperti pernyataannya beberapa waktu lalu untuk menanggapi rumor terkait perubahan kebijakan privasi pengguna.

Sebelummya, WhatsApp berencana meggulirkan pembaruan kebijakan privasi pada 8 Februari mendatang. Namun karena mendapat banyak kritikan, pemberlakuan kebijakan tersebut diundur hingga 15 Mei, dengan alasan agar pengguna lebih memahami maksud kebijakan baru.

Membagikan informasi lewat WhatsApp Status ini menjadi salah satu strategi WhatsApp untuk “menjernihkan” informasi terkait kebijakan privasi.

WhatsApp juga menyadari bahwa pengumuman kebijakan baru yang muncul secara pop-up di masing-masing pengguna cukup membingungkan. Beberapa pengguna WhatsApp di Indonesia pun menanggapi Status baru yang dibuat WhatsApp. Tidak sedikit di antaranya yang terkejut, namun ada pula yang meresponsnya dengan gurauan.

Editor: Eka G Putra






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



petuah ramadan
Kepada yang Hidup
Munzir Hitami (Mantan Rektor UIN Suska Riau)

Kepada yang Hidup

Rabu, 21 April 2021

EPAPER RIAU POS  hal-1-ok.jpg





riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com