PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Tepat tanggal 12 Oktober tahun 2025, Kabupaten Pelalawan genap berusia 26 Tahun. Sebagai daerah dengan segala potensi, peluang dan kendala serta permasalahan yang dihadapi, kabupaten yang memiliki motto Tuah Negeri Seiya Sekata ini terus menggeliat memposisikan diri sejajar dengan daerah otonom lainnya di negeri ini, khususnya dalam kemajuan pembangunan daerah.
Berbagai pencapaian program pembangunan setiap tahun tentunya juga menjadi prestasi bagi pemangku pemimpin di negeri ini untuk kesejahteraan masyarakat kabupaten Pelalawan. Khususnya pada masa kepempimpinan Bupati Pelalawan H Zukri-H Husni Tamrin periode 2025-2030.
Melalui visi yang pihaknya pakai di periode kedua kepemimpinan mengambil tema "Terwujudnya Kabupaten Pelalawan Maju, Ekonomi Mandiri, Nyaman dan Aman, Bermarwah dan Berkelanjutan Tahun 2029 (Pelalawan Menawan)".
”Ya, untuk mewujudkan visi Pelalawan Menawan tersebut, tentunya dalam pembangunan 5 tahun ke depan sangat diharapkan input atau masukan dan dukungan dari seluruh pihak. Maka dari itu diperlukan pentingnya program unggulan daerah yang akan menjadi penggerak utama pembangunan, " terang Bupati Pelalawan, H Zukri.
Zukri juga mengatakan, bahwa mengingatkan jajarannya, di mana tujuan utama kepemimpinan adalah untuk mensejahterakan rakyat. Capaian besar pembangunan pada tahun 2024 lalu yang sudah dilakukan Pemkab di masa kepemimpinannya saat berpasangan bersama Wakil Bupati Pelalawan Nasaruddin SH MH ada dari berbagai sektor, mengalami kemajuan yakni sektor ekonomi, di mana ekonomi daerah ini mengalami peningkatan.
Pada tahun 2020 ekonomi di daerah ini berada pada persentase.2,20 persen, tahun 2021 menjadi 4,07 persen, tahun 2022 menjadi 4,39 persen, tahun 2023 menjadi 4,69 persen dan capaian tahun 2024 terjadi perlambatan menjadi sebesar 4,36 persen.
Selanjutnya, sektor pengangguran, di mana tingkat pengangguran terbuka terus mengalami penurunan. Bilamana tahun 2020 di daerah ini sebesar 5,59 persen, tahun 2021 sebesar 2,34 persen, tahun 2022 sebesar 2,73 persen, tahun 2023 sebesar 2,26 persen dan tahun 2024 sebesar 2.13 persen dibawah tingkat pengangguran terbuka Propinsi Riau sebesar 3,70 persen.
"Selanjutnya, sektor indeks pembangunan manusia (IPM) terus meningkat setiap tahun seperti pada tahun 2020 sebesar 72,77 poin, tahun 2022 sebesar 73,28 poin, tahun 2023 sebesar 74,69 poin dan tahun 2024 sebesar 75,25 poin. Sektor angka kemiskinan mengalami penurunan, dimana pada tahun 2021 sebesar 9,63 persen, tahun 2021 sebesar 8,97 persen, tahun 2023 sebesar 8,25 persen, pada tahun 2024 sempat mengalami kenaikan sebesar 8,49 persen. Hal ini disebabkan BPS melakukan pendataan pada bulan Maret 2024,dimana Kabupaten Pelalawan baru selesai dilanda banjir besar yang menyebabkan hasil panen seperti kebun sawit, karet dan lainnya mengalami penurunan," ujarnya.
Setelah itu dari sektor kemiskinan ekstrim mengalami penurunan, bilamana pada tahun 2023 angka miskin ekstrim sebanyak 6651 kepala keluarga (KK) atau sekitar 33.708 jiwa menjadi 445 KK atau sekitar 2.301 jiwa. Pada tahun 2025 ini turun menjadi 188 KK atau sekitar 906 jiwa.
Saat ini pihaknya sedang menggesa penguatan dan validitas data dengan melibatkan pendamping siaga. Dengan data miskin yang valid sampai tingkat person (data profil by name by adress) memudahkan pemerintah untuk melakukan intervensi program kegiatan pembangunan yang tepat melalui pembiayaan APBD ataupun dukungan CSR dan BAZNAS.
Sektor investasi, Pelalawan berhasil meraih terbaik I penyumbang realisasi investasi terbesar se-Riau tahun 2024 dengan nilai mencapai Rp13,6 triliun. Investasi di Negeri Amanah ini terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan signifikan.
Artinya, jika ditotalkan secara keseluruhan, saat ini investasi di Kabupaten Pelalawan telah berjumlah sebesar Rp13,6 triliun atau 15,40% dari total investasi di Provinsi Riau.
Ivestasi itu berasal dari lima sektor usaha terbesar pada periode ini. Di antaranya sektor kehutanan 40,6%, sektor industri makanan 19,4%, tanaman pangan, perkebunan & peternakan 14,6%, industri kertas dan percetakan 7,3% dan industri kimia dan farmasi 6,0%. Sedangkan sektor lainnya 12,1 ℅.
"Sektor yang terakhir yakni rasio atau ketimpangan pendapatan mengalami penurunan dari 0,294 poin pada tahun 2021 menjadi 0,282 poin pada tahun 2022, pada tahun 2023 sebesar 0,267 poin dan tahun 2024 sedikit mengalami kenaikan sebesar 0,280 poin," jelasnya.
Dan misi keempat Pemerintah Bermarwah adalah mewujudkan pemerintah yang bersih dan bermarwah dan misi terakhir atau kelima Pembangunan Berkelanjutan adalah mewujudkan pembangunan infrastruktur wilayah dan lingkungan hidup yang baik serta berkelanjutan.
Keberhasilan capaian prioritas pembangunan ini tergantung kepada capaian kinerja pembangunan oleh masing-masing perangkat daerah tahun 2025-2030 nantinya. Dalam menjalankan program prioritas agar saling berkolaborasi, bersinergi dan berinovasi, sehingga prioritas pembangunan ini dapat dilaksanakan secara maksimal, efesien dan efektif. Serta menghasilkan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat.
"Untuk mencapai target yang diinginkan demi kesejahteraan masyarakat tidak hanya cukup dari dana APBD Kabupaten Pelalawan saja, dimana saat ini kita terus melakukan jemput bola mengambil anggaran dari Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Pusat. Penjemputan bola yang kita dipakai, dengan terus melakukan koordinasi secara intensif," tegasnya.