PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan bersama PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepulauan Riau terus mempercepat program "Pelalawan Terang" guna mencapai rasio elektrifikasi 100 persen.
Salah satu proyek strategis yang kini dikebut adalah pembangunan Saluran Kabel Bawah Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV dari Sokoi menuju Pulau Mendol, Kecamatan Kuala Kampar, yang ditargetkan melayani 2.200 pelanggan dengan pasokan listrik 24 jam.
Selama puluhan tahun, masyarakat Kuala Kampar hanya menikmati listrik terbatas sekitar 12 jam per hari. Ketergantungan pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) membuat pasokan listrik kerap terganggu.
Baca Juga: Buka Manasik Haji 1447 H, Wabup Pelalawan Tekankan Disiplin dan Kebersamaan Jemaah
Saat mesin mengalami kerusakan, pemadaman bergilir tak terhindarkan, bahkan dalam kondisi tertentu listrik hanya menyala hingga empat jam per hari. Gangguan juga sering terjadi saat beban puncak, sehingga aktivitas warga turut terdampak.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pemerintah daerah mengusulkan pembangunan jaringan kabel bawah laut yang kemudian mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Proyek ini dilelang pada November 2023 dan mulai dikerjakan pada awal Januari 2024.
SKLTM 20 kV sepanjang kurang lebih 3 kilometer itu berlokasi di Desa Teluk Dalam, Pulau Mendol. Kehadiran jaringan ini diharapkan mengakhiri ketergantungan pada PLTD serta menghadirkan pasokan listrik yang stabil selama 24 jam bagi masyarakat.
Bupati Pelalawan Zukri, sebelumnya juga mengikuti rapat koordinasi terkait Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) proyek tersebut pada Oktober 2025. Rapat yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu melibatkan berbagai instansi, mulai dari pemerintah provinsi hingga kementerian terkait.
Kemudian, Pemkab Pelalawan kembali menggelar audiensi bersama pihak PLN untuk memastikan percepatan pembangunan kabel listrik bawah laut menuju Pulau Mendol, Kecamatan Kuala Kampar itu berjalan sesuai target pada, Selasa (7/4/2026) lalu.
Dalam pelaksanaan audiensi itu, Bupati Pelalawan H Zukri mengatakan bahwa, Pemkab Pelalawan memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan kabel bawah laut. Ia menilai proyek ini akan memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Pulau Mendol yang memiliki potensi di sektor pangan, terutama padi dan kelapa.
Baca Juga: Di Milad ke-60, Bupati Zukri Titip Harapan Agar BRK Syariah Terus Hadir untuk Masyarakat Kecil
"Dengan listrik yang stabil, potensi daerah bisa dimaksimalkan dan kesejahteraan masyarakat meningkat," terangnya.
Dijelaskan Zukri bahwa, ia juga memastikan, berdasarkan kajian awal, dampak ekologis proyek tergolong kecil dan tidak signifikan terhadap ekosistem laut setempat. Pemerintah daerah pun mendorong percepatan perizinan agar proyek segera rampung.
Hal senda juga disampaikan Asisten Administrasi Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setdakab Oelalawan, Drs H Fakhrizal MSi. Dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN atas komitmen dan kerja keras dalam merealisasikan proyek tersebut.
Baca Juga: Jemaah Haji Kampar Wafat di Madinah akibat Serangan Jantung, di Kubur Dipemakaman di Baqi
Menurutnya, kehadiran listrik 24 jam sangat dinantikan masyarakat dan akan berdampak besar terhadap peningkatan kualitas hidup.
"Alhamdulillah, berkat keseriusan PLN untuk mewujudkan listrik menyala di Pulau Mendol selama 24 jam, mudah-mudahan di tahun 2026 ini sudah bisa terealisasi," ujarnya.
Dijelaskan mantan Kepala Diskominfo Pelalawan ini bahwa, Pemerintah Kabupaten Pelalawan akan terus mendukung penuh percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan, termasuk melalui koordinasi lintas sektor agar tidak ada kendala berarti di lapangan.
Baca Juga: Peringatan May Day 2026 Dipusatkan di Kawasan Purna MTQ
"Dengan progres yang telah mencapai setengah jalan dan target penyelesaian yang semakin dekat, masyarakat Pulau Mendol kini memiliki harapan besar untuk segera menikmati layanan listrik tanpa henti, yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan di wilayah tersebut," tuturnya
Sementara itu, Manager UP3 PLN Pekanbaru, Wilsriza Wilman, menyampaikan bahwa, progres pemasangan kabel bawah laut saat ini telah mencapai sekitar 50 persen. Ia optimistis pengerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada Mei 2026.
"Ya, untuk progres pemasangan kabel bawah laut menuju Pulau Mendol saat ini sudah mencapai 50 persen. Kita targetkan selesai pada bulan Mei 2026," ujarnya.
Baca Juga: Pemko Pekanbaru Kick Off Forum Satu Data, Wako Agung Tekankan Pentingnya Data Akurat
Diungkapkannya bahwa, proses pengerjaan proyek tersebut juga sangat bergantung pada ketersediaan arus listrik sebagai sumber utama penyaluran energi. Oleh karena itu, PLN terus melakukan penyesuaian teknis agar pemasangan berjalan lancar dan sesuai standar.
Pembangunan kabel bawah laut ini dinilai sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi keterbatasan pasokan listrik di Pulau Mendol yang selama ini belum menikmati layanan listrik penuh selama 24 jam.
"Dengan adanya infrastruktur tersebut, diharapkan distribusi listrik akan lebih stabil dan merata," tutupnya.
Editor : Rinaldi