Sering Mati Lampu, DPRD Bengkalis Minta Solusi PLN dan Progres Kabel Bawah Laut

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Pulau Bengkalis saat ini dihadapkan berbagai krisis. Yang terbaru sangat dirasakan masyarakat adalah sulit BBM dan air bersih yang dikelola Perumda Tirta Terbuk. Terakhir adalah sering matinya lampu PLN, yang padam tak beraturan.
Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali, beberapa hari terakhir memantik perhatian serius dari anggota anggota DPRD Bengkalis. Melalui rapat dengar pendapat (RPD) Lintas Komisi memanggil manajemen PLN Cabang Bengkalis, untuk memintak kejelasan persoalan listrik yang dirasakan masyarakat di pulau Bengkalis.
Rapat lintas komisi dipimpin Anggota Komisi III, Fakhtiar Qadri, yang menyoroti penyebab pemadaman listrik yang tak beraturan. Dewan mempertanyakan apakah gangguan bersumber dari perbaikan jaringan, kerusakan mesin pembangkit, atau faktor eksternal, termasuk gangguan hewan.
“Dulu, saat Pak Askal memimpin PLN ULP Bengkalis, komunikasi berjalan sangat lancar dan responsif. Kini, di bawah kepemimpinan Pak Ade, akses komunikasi menjadi lebih sulit," tegas Fakhtiar, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, anggota dewan dari lintas komisi berharap, agar pemadaman listrik tidak dilakukan pada waktu magrib atau saat salat, karena dampaknya langsung dirasakan oleh aktivitas dan kehidupan masyarakat sehari-haru. Kurangnya transparansi dari PLN justru memicu spekulasi dan asumsi publik yang bisa menyesatkan.
“PLN harus meningkatkan keterbukaan informasi kepada publik. Dengan komunikasi yang jelas dan transparan, masyarakat dapat memahami penyebab pemadaman dan terhindar dari kesalahpahaman yang merugikan.” harapnya.
Baca Juga: Liga Champions: Gol Kai Havertz di Menit Akhir, Bawa Arsenal Raih Kemenangan Penting di Lisbon
Sekretaris Komisi II, Rendra Wardana alias Yan Kancil, menuntut kejelasan langkah antisipatif pascapemadaman listrik oleh PLN. Perlunya rencana konkret untuk satu hingga dua bulan ke depan agar gangguan listrik tidak berulang.
Yan Kancil juga menyoroti pentingnya sosialisasi kepada masyarakat, agar warga dapat mengambil langkah antisipasi dan meminimalisir kerugian, sehingga peralatan elektronik tidak rusak bila pemadaman diberitahukan sebelumnya.
“Ia juga menegaskan agar PLN segera melakukan pengecekan tiang listrik yang dilaporkan miring, karena potensi bahaya bagi keamanan publik tidak bisa diabaikan,” ujar Yan Kancil.
Baca Juga: Hari Kedua Sajikan 9 Pertandingan, Duel Sengit hingga Kemenangan Telak Warnai Rajawali Cup IV
Sedangkan anggota Komisi IV, Muhammad Isa juga menyoroti frekuensi pemadaman di wilayah Bantan dan mempertanyakan kesiapan sistem cadangan PLN.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




