ROKAN HULU (RIAUPOS.CO) - USULAN pembentukan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mulai diverifikasi dan validasi (verval) lapangan oleh tim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Selasa (12/5).
Program nasional tersebut diharapkan mampu menjawab dua masalah utama pendidikan yakni mutu rendah dan ketimpangan antar wilayah dengan menerapkan sistem yang mengharuskan lulusan SNT berkualitas dan sebagai rujukan sekolah sekitar dalam menyediakan layanan yang efisien dan bermutu mulai dari jenjang SD hingga SMA dalam satu kawasan terintegrasi.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul Alreza Ahyu SE MSi Ak menjelaskan, program SNT dilaksanakan melalui dua pendekatan. Pertama, pembangunan sekolah baru dengan kebutuhan lahan sekitar 20 hingga 30 hektare dalam satu lokasi. Kedua, pendekatan kolaboratif atau upgrading sekolah eksisting dengan memanfaatkan sekolah negeri yang sudah ada dalam satu kecamatan.
‘’Melalui arahan Bupati Rohul, kita memilih pendekatan kedua atau kolaboratif. Sekolah yang sudah ada akan dikonsolidasikan dengan radius maksimal dua kilometer dan didukung pembangunan sarana-prasarana bersama,’’ jelas Alreza Ahyu, Selasa (12/5.
Untuk jenjang SD, pemkab mengusulkan SDN 028 Rambah yang berada di kawasan Perumahan Dinas Pemda Rohul. Sementara tingkat SMP diusulkan SMP Tahfidz Madani Rambah. Sedangkan tingkat SMA/SMK diusulkan SMKN 1 Rambah dan SMAN 2 Rambah yang lokasinya masih berada dalam radius ketentuan program nasional ini.
Ia menyebutkan, tim Kemendikdasmen yang turun melakukan verval terdiri Diki Candra dan Agus Panca dari Direktorat Sekolah Menengah Atas Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikdasmen, telah melakukan audiensi bersama Bupati Rohul dan Disdikpora sebelum turun langsung melakukan verifikasi lapangan.
‘’Jika terealisasi, diperkirakan kebutuhan anggaran program SNT pendekatan kedua mencapai sekitar Rp30 miliar, di antaranya untuk pembangunan sarana-prasarana dan sekitar Rp5 miliar untuk pengembangan kurikulum serta peningkatan kapasitas guru,’’ jelasnya.(adv)
Editor : Arif Oktafian