ROKANHULU (RIAUPOS.CO) - PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul) terus memperkuat komitmennya dalam penataan lahan dan penyelesaian konflik agraria melalui pembentukan Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Rohul.
Pembentukan tim tersebut dipimpin Bupati Rohul Anton ST MM dalam rapat yang digelar di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Rohul, Kamis (21/5). Rapat turut dihadiri unsur forkopimda, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Rohul, Kabag Administrasi Wilayah Setda Rohul M Franovandi SSTP MSi, Kabag Hukum Setda Rohul Erinaldi SH MH serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Dalam rapat tersebut dibahas berbagai langkah strategis pelaksanaan reforma agraria di Kabupaten Rokan Hulu, mulai dari program, penataan aset hingga penataan akses bagi masyarakat.
Baca Juga: Bersama Wakapolda, Bupati Anton Tanam Jagung Pipil di Rambah Samo
Bupati Rohul Anton ST MM menyampaikan, pembentukan Tim GTRA merupakan langkah penting untuk mempercepat pelaksanaan program reforma agraria secara terpadu dan berkelanjutan di Kabupaten Rohul.
‘’Reforma agraria bukan hanya soal pembagian tanah, tetapi bagaimana menciptakan keadilan dalam penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah untuk kesejahteraan masyarakat,’’ ujarnya.
Orang nomor satu Rohul itu meminta OPD terkait untuk menyiapkan data dalam mendukung program GTRA pada rapat lanjutan yang akan digelar pekan depan.
Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kekompakan dalam Membangun Rokan Hulu
Program reforma agraria tersebut, lanjut Bupati, akan dilaksanakan melalui dua pendekatan utama yakni penataan aset dan penataan akses. Pada penataan aset, Tim GTRA akan melakukan inventarisasi, identifikasi, penelitian dan verifikasi terhadap subjek maupun objek tanah yang berasal dari Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).
Program ini mencakup redistribusi tanah dan legalisasi aset guna memberikan kepastian hukum kepada masyarakat atas tanah yang dimiliki. Sementara pada penataan akses, pemerintah akan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui dukungan permodalan, pelatihan usaha, pengembangan kemitraan hingga pemasaran hasil produksi masyarakat.(adv)
Editor : Arif Oktafian