Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

PLN UIP Sumbagteng Dorong Penguatan Ekowisata dan Konservasi Mangrove Berbasis Masyarakat di Bengkalis

Tim Redaksi • Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00 WIB
Petugas PT PLN (Persero) PLN UIP Sumbagteng melalui program PLN Peduli TJSL berdialog dengan Kepala Desa Kelapapati, Dasril untuk memperkuat pengembangan ekowisata dan konservasi mangrove di Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis, beberapa waktu lalu. (PLN untuk riau pos)
Petugas PT PLN (Persero) PLN UIP Sumbagteng melalui program PLN Peduli TJSL berdialog dengan Kepala Desa Kelapapati, Dasril untuk memperkuat pengembangan ekowisata dan konservasi mangrove di Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis, beberapa waktu lalu. (PLN untuk riau pos)

 

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Upaya menjaga keseimba­ngan ekosistem pesisir di Kabupaten Bengkalis kian mendapat perhatian di tengah meningkatnya risiko abrasi dan tekanan perubahan lingkungan. Di wilayah ini, hutan mangrove tidak lagi dipandang sekadar benteng alami pantai, melainkan juga sumber penghidupan baru yang tumbuh melalui pendekatan konservasi berbasis masyarakat.

Momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup menjadi pengingat penting bahwa pelestarian ekosistem tidak dapat berjalan sendiri. Ia membutuhkan kolaborasi lintas pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah desa, hingga dukungan dunia usaha melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dalam konteks ini, PT PLN (Persero) PLN UIP Sumbagteng melalui program PLN Peduli TJSL turut memperkuat pengembangan ekowisata dan konservasi mangrove di Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis.

Salah satu titik penggerak program ini adalah Kelompok Konservasi Mangrove Paghet Seghagah yang telah berdiri sejak 2012. Kelompok ini mengelola kawasan konservasi seluas kurang lebih 14 hektare dengan anggota aktif sebanyak 21 orang. Dalam kesehariannya, mereka menjalankan kegiatan penanaman bibit, pemeliharaan, hingga pengawasan kawasan agar ekosistem mangrove tetap terjaga dari kerusakan.

Baca Juga: Libur Sekolah, Penyeberangan Ro-Ro Bengkalis Padat

Dalam pelaksanaannya, dukungan TJSL PLN Peduli UIP Sumbagteng tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat. Program yang dijalankan mencakup sosialisasi dan pelatihan pengelolaan mangrove, pengembangan sistem bank mangrove sebagai mekanisme konservasi berbasis insentif, kegiatan penanaman dan rehabilitasi kawasan, penguatan organisasi pengelola, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung eco-eduwisata mangrove.

Ketua Kelompok Konservasi Mangrove Paghet Seghagah, Rio Sempana, menyebut bahwa mangrove di Desa Kelapapati memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar vegetasi pesisir. Menurutnya, kawasan tersebut telah menjadi bagian dari identitas baru desa yang perlahan bertransformasi dari wilayah berbasis kelapa menuju kawasan konservasi dan ekowisata.

Menurutnya, pengembangan kawasan ini tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis wisata alam dan edukasi lingkungan bagi masyarakat setempat. Meski demikian, ia juga menyoroti perlunya penguatan infrastruktur dasar untuk mendukung aktivitas konservasi dan kunjungan wisata, termasuk peningkatan akses penerangan di sekitar kawasan.

Baca Juga: BKPP Bengkalis Usulkan 300 Formasi CPNS 2026 ke Kementerian PAN-RB, 90 Formasi adalah Guru

Ia menambahkan bahwa dukungan dari berbagai pihak, termasuk melalui program TJSL PLN Peduli UIP Sumbagteng ini, menjadi dorongan penting bagi masyarakat untuk terus menjaga keberlanjutan kegiatan konservasi yang telah dirintis sejak lebih dari satu dekade lalu.

Sementara itu, Direktur Kelompok Advokasi Riau, Khaidir Air, yang turut mendampingi kegiatan, menekankan bahwa keberlangsungan program konservasi sangat bergantung pada konsistensi masyarakat dalam menjaga kawasan yang telah dipulihkan bersama. Ia menilai bahwa kelembagaan kelompok harus terus diperkuat agar tidak hanya berjalan secara kegiatan, tetapi juga memiliki daya tahan jangka panjang.(adv)

 

Editor : Arif Oktafian
#mangrove #pln #bengkalis #Sumbagteng