PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Awal puasa Ramadan kemarin, sekolah di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) diliburkan. Sandy yang masih duduk di bangku SMA pun menghabiskan waktu di rumah saja.
Ia lebih banyak menonton televisi. Baru pada sore, ia ikut membantu orang tuanya menyiapkan menu untuk terbuka puasa.
Bahkan untuk menjaga kekhusukan ibadah di bulan Ramadan, Sandy tidak memegang gadgetnya. Barulah pada hari keempat puasa ia mencari-cari gadgetnya.
”Mana tahu ada informasi dari sekolah,” pikir Sandy.
Setelah mendapatkan gadgetnya, ternyata ia tidak bisa membuka aplikasi karena paket datanya habis. Sandy pun memelas ke orang tuanya untuk dibelikan paket internet.
Usai menyiapkan menu berbuka puasa atau sekira pukul 17.25 WIB, dengan senang hati menaiki sepeda motor, Sandy berangkat membeli paket internet. Setelah paket internet masuk ke gadgetnya, sejumlah pesan masuk di aplikasi WhatsApp.
Satu per satu pesan di WhatsApp dibacanya dan pas di grup kelas juga ada puluhan pesan yang masuk. Di antara pesan yang masuk itu yakni jadwal buka bersama (bukber) sekelas.
Di grup kelas disebutkan bahwa, bukber dilaksanakan di salah satu rumah makan dan mulai berkumpul pada pukul 17.45 WIB. Atas pesan di grup itu, Sandy langsung pulang untuk persiapan.
Sekitar 15 menit persiapan, Sandy meminta izin kepada orangtuanya untuk mengikuti bukber. Ketika Sandy tiba di salah satu rumah makan tersebut sekira pukul 18.05 WIB tidak melihat satu orangpun temannya.
Dengan kondisi itu, Sandy menelepon teman akrabnya. Dalam pembicaraannya, Sandy menyebutkan bahwa ia sudah berada di lokasi bukber. Namun rekannya mengatakan bahwa bukber sudah dilaksanakan kemarin.
Alamaaakk....!!!
Temannya malah heran kenapa Sandy baru menelepon. Ia mengaku berulang kali menelepon Sandy kemarin, namun Sandy tidak menjawab.
Sambil berjalan menuju sepeda motornya, Sandy kembali membaca pesan di grup kelas. ”Alamaaak...!!! Ternyata memang jadwal bukbernya semalam,” sebut Sandy dengan lesu dan kembali ke rumahnya.(kas)
Editor : Rindra Yasin