TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Satu bulan belakangan ini angkringan Kota Tembilahan yang berada di Jalan Hang Tuah menjadi ikon baru bagi pemuda-pemudi untuk berkumpul.
Tidak hanya konsumen, pemilik angkringan sekitar 50 stan ini rata-rata dioperasikan oleh anak-anak muda yang biasa disebut generasi milenial.
Nyaris setiap malam angkringan tersebut ramai dikunjungi dan perputaran ekonomi pun terjadi di sana.
Sebagai putra daerah asli kelahiran Tembilahan, Adel yang berdomisili di Jalan Harapan merasa ketinggalan. Karena belum pernah menginjakkan kaki di angkringam tersebut.
Ia pun mengajak teman-temannya untuk nongkrong di angkringan yang sedang viral-viral nya itu.
‘’Wel, malam minggu ni kita ngopi di angkringan pasar tu yok,’’ ajak Adel ke temannya bernama Wewel.
‘’Boleh juga, ramai terus tu, masa kita belum pernah ke sana, ajak juga Jon,’’ sahut Wewel.
Tiga serangkai ini pun bersiap-siap bermalam mingguan di tempat yang ramai sambil cuci mata.
Sebelum berangkat nongkrong mereka ngumpul di rumahnya Wewel sambil bersenda gurau.
‘’Di sana banyak juga ceweknya, mana tau ada yang lengket kan,’’ ucap Adel kepada teman-temannya itu.
‘’Nanti tak kebagian kursi kita, cepat lah gerak lagi, maklum lah malam minggu ni,’’ ajak Wewel sambil menyalakan sepeda motor.
Kurang lebih 10 menit di perjalanan ketiga pemuda ini pun tiba di lokasi angkringan yang menjadi tempat perkumpulannya anak-anak muda Tembilahan.
Tapi mereka kaget, karena tak melihat satu stan pun berdiri di lokasi itu dan kekesalan muncul setelahnya.
‘’Alamak, tak ada satu pun yang buka ni, apa pasal, baru mau ke sini udah tutup tempatnya,’’ cetus Wewel.
‘’Gagal lah nongkrong ni, tak jadi cuci mata kita, coba tanya dulu ke warga sekitar ngapa tutup,’’ sambung Jon.
‘’Kata warga, pedagang malam ini tidak jualan, karena air pasang tinggi sore tadi, jadi jalan ni banjir,’’ jawab Adel.
‘’Ayok lah pulang, ngapa lama-lama di sini, kita ngopi di rumah ajalah lagi,’’ ajak Wewel sambil mereka pulang ke rumah dan kisah pun berakhir.(ali/*2)
Editor : Arif Oktafian