Niat hati melepas rindu dan menyambut Ramadan dengan khidmat, Andri (34), perantau asal Kepulauan Meranti memutuskan untuk pulang kampung.
Setelah 12 tahun merantau di Batam dan Malaysia, Andri akhirnya pulang kampung menjelang Ramadan 2026. Kepulangannya disambut haru keluarga.
Belum genap sehari di rumah, ia langsung diajak berziarah ke makam neneknya di pemakaman kampung.
Dengan peci putih baru dan sarung yang masih rapi, Andri duduk bersila di depan sebuah nisan tua. Ia menengadahkan tangan, membaca doa panjang penuh khusyuk. Sesekali suaranya bergetar, menandakan rindu yang lama akhirnya tersampaikan.
Sekitar 15 menit kemudian, kedua orang tua Andri tiba. Mereka berhenti beberapa langkah di belakangnya, saling berpandangan sebelum mencoba menegur.
Baca Juga: ALAMAAK!!! Banjir Rob
”Andri…” panggil sang ibu lembut.
Tanpa menoleh, Andri menjawab lirih, ”Sebentar, Mak… tinggal sedikit lagi”.
Ayahnya lalu berdehem pelan. ”Itu bukan makam nenek kau. Nenek di sebelahnya”.
Andri perlahan membuka mata. Ia memperhatikan kembali nama yang tertera di nisan di depannya. Bukan nama yang ia maksud.
Ia menoleh ke samping. Di sanalah makam neneknya yang sebenarnya.
”Alamaaak...!!! Salah ternyata,” ujarnya.