Suasana berbuka puasa yang seharusnya penuh kebersamaan berubah jadi kisah kocak bagi Aris dan Eko. Keduanya harus menelan ”pil pahit” setelah janji manis sang sahabat, Andi untuk mentraktir berbuka puasa tak kunjung terealisasi.
Sore itu, Aris dan Eko sudah lebih dulu tiba di sebuah warung makan sederhana. Dengan penuh semangat menanti waktu azan Magrib, mereka memesan segelas minuman segar dan sepiring mi goreng.
Rencananya, semua akan dibayar Andi yang sebelumnya berjanji, ”Tenang saja, hari ini aku yang traktir!”.
Namun hingga mie goreng tandas dan gelas minuman hanya menyisakan es batu, sosok Andi tak juga muncul. Panggilan tak diangkat, pesan tak dibalas. Yang terdengar hanya suara sendok beradu dengan piring kosong. Editor : Arif Oktafian