Sepekan yang lalu, anggota kelompok kegiatan sosial yang diikuti Rusdi meninggal dunia. Karena sudah tradisi, ketua kelompok membuat undangan takziah di dalam grup WhatsApp.
Dengan berbagai kesibukan anggota grup, disepakati takziah akan dilakukan pada Ahad (19/4). Menjelang itu, berbagai persiapan telah disiapkan untuk pergi ke rumah duka.
Sesuai kesepakatan, Rusdi bersama beberapa orang berangkat ke rumah duka sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menggunakan dua mobil.
Karena tempat tinggal Rudi berada di Rengat, sementara rumah duka berada di Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), sehingga perlu waktu perjalanan sekitar satu jam lebih.
Setelah tiba di rumah duka, beberapa anggota kelompok sosial berbincang dengan keluarga yang tertimpa musibah. Di rumah tersebut ada istri dan tiga anak, serta mertua anggota kelompok yang meninggal.
Baca Juga: ALAMAAAK!!! Pangkas Rambut
Setelah menyampaikan belasungkawa, kelompok Rusdi pamit pulang. Seorang rekan mereka langsung menyerahkan buah tangan berupa uang dalam amplop kepada mertua anggota grup yang meninggal. Tak lupa menyampaikan kata-kata agar tabah menerima cobaan ini.
Dalam perjalanan pulang, salah seorang rekan mengomentari ucapan belasungkawa tersebut.
”Kenapa ucapan itu disampaikan kepada mertuanya? Padahal yang mendapat kemalangan kan anaknya?” ucap seorang rekan.
Langsung saja rekan yang disinggung merasa bersalah. ”Alamaaakk…!!! Iya ya… Maaf, maaf,” katanya.
Sontak yang lain pun tertawa karena sebenarnya mereka tidak mempersoalkan hal tersebut.(kas)
Editor : Arif Oktafian