Sejak dua tahun ini, Jonli, warga Kelurahan Pematang Reba dipercaya untuk mengawasi pembangunan gedung milik yayasan perkumpulan perantau orang kampungnya di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Berbagai keperluan pembangunan gedung hingga peralatan yang ada di gedung tersebut berada di bawah pengawasannya. Termasuk bahan bangunan yang baru dipesan tetapi juga untuk bahan bangunan bekas.
Bapak tiga anak itu sempat panik pada Rabu (29/4). Pasalnya, seng bekas yang ditumpuk di dalam bangunan hilang. Seng itu sebelumnya digunakan untuk menutup lokasi pembangunan gedung.
Baca Juga: ALAMAAKK!!! Digugat Cerai Gara-Gara Mancing
Jonli panik karena sebelumnya sudah direncanakan untuk menjual seng bekas tersebut. Uang hasil penjualan seng bekas akan digunakan untuk membeli bahan bangunan lainnya. Sebab gedung tersebut masih berjalan atau masih dalam kondisi sekitar 65 persen.
Dengan kondisi seng bekas tidak ditemukan lagi, Jonli menghubungi rekan-rekannya yang sering datang ke lokasi. Namun upaya pencarian seng bekas tersebut tidak membuahkan hasil
Karena tidak berhasil, Jonli berprasangka buruk terhadap tiga orang tukang di gedung tersebut. Namun setelah diinterogasinya, tukang tersebut juga tidak mengaku mengambil seng bekas tersebut.
Baca Juga: Alamaaak!!! Pesawat ”Ngambek”
Akibat tidak ada hasil, Jonli berencana melaporkan ke Polsek terdekat. Hanya saja sebelum melapor, Jonli minta izin dan minta petunjuk kepada ketua yayasan.
Hanya saja ketua yayasan menyampaikan bahwa, ada salah seorang anggota yang meminta seng bekas tersebut. ”Alamaaaak…!!! Ternyata dia mintanya ke ketua yayasan. Sementara saya yang kalang kabut,” beber Jonli.(kas)
Editor : Arif Oktafian