IJAL, warga Siak memesan durian kepada temannya Iil yang punya pohon durian dekat rumahnya.
”Iil, aku ada Rp150 ribu. Berapa sajalah duriannya gak apa-apa. Bawakan ya, Iil. Anak dan bini aku kepengen durian,” terang Ijal.
Ijal pun menunggu kabar dari Iil, namun sampai berganti hari tidak ada kabar.
Baca Juga: ALAMAAAK!!! Mabuk Durian!
”Apa cerita durian Iil, ada?” tanya Ijal.
”Tak ada, sudah habis,” jawab Iil.
Baca Juga: ALAMAAAK!!! Kepedasan!
”Okelah Iil,” ucap Ijal.
Petang hari, Ijal melihat Iil membawa durian. Ketika diikuti, ternyata Iil mengantarkan durian itu ke teman tongkrongan mereka.
Baca Juga: ALAMAAAK!!! Kopi Pahit!
”Alamaaaak…!! Aku beli dibilangnya sudah habis, tapi dia bisa mengantarkan ke rumah teman tongkrongannnya,” ucap Ijal sedih.
Ijal merasa patah hati, dan bertanya-tanya dia salah apa dengan Iil. Agar tak sakit hati, Ijal mencoba berpikir positif, bahwa teman tongkrongannya sudah order lebih dulu.
Sejak itu Ijal tak pernah bertanya lagi perihal durian kepada Iil. Dia cukup tahu sikap temannya itu.
”Saya tetap tegur sapa dan menghargainya sebagai teman, tapi saya gak pernah bertanya lagi tentang durian padanya,” ucap Ijal saat menceritakan kisahnya ke temannya.(mng)
Editor : Arif Oktafian