Pagi itu, suasana sebuah warung kopi di Tembilahan tampak ramai. Sejumlah pelanggan asyik menyeruput kopi sambil berbincang soal pekerjaan, harga keperluan pokok hingga rencana akhir pekan.
Di salah satu sudut warung, Bain justru terlihat berbeda. Ia hanya menatap kosong ke arah jalan, sementara secangkir kopi di depannya mulai dingin. Wajahnya kusut dan sesekali menarik napas panjang.
Melihat tingkah temannya yang tidak seperti biasanya, Roni pun menghampiri. Ia penasaran dengan raut wajah Bain yang tampak memikirkan sesuatu.
Baca Juga: ALAMAAAK!!! Buah Mangga Hilang!
”Kenapa awak, In? Dari tadi kulihat mukamu muram saja,” tanya Roni sambil menarik kursi.
Bain tidak langsung menjawab. Ia merogoh dompet dari saku celananya, lalu membukanya. Isinya hanya tersisa beberapa lembar uang pecahan kecil. Ia kemudian menunjukkan isi dompet itu kepada Roni.
Baca Juga: ALAMAAAK!!! Teman Sekampung!
”Baru beberapa hari gajian, uangku sudah habis,” ujar Bain pelan.
Mendengar pengakuan itu, Roni langsung terbelalak. ”Alamak! Baru gajian uang sudah habis?” serunya, membuat beberapa pengunjung warung ikut menoleh.
Bain hanya tersenyum kecil. Menurutnya, gaji yang baru diterima langsung habis untuk membayar cicilan, tagihan listrik, belanja dapur, uang sekolah anak, dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Roni pun mengangguk pelan. Rupanya, keluhan Bain bukan cerita baru.
”Samalah In, saye kayak gitu jugak, semua serba mahal, kebutuhan pun payah mau dipenuhi dengan gaji yang ada sekarang ni,” sambung Roni sambil tertawa.(*2)
Editor : Arif Oktafian