Ramzi setiap hari menyediakan permen di dalam tasnya. Sebab, setiap pulang bekerja sebagai pegawai paruh waktu di Pemkab Siak, putranya Rafi (3,5) memeriksa tasnya.
Habis makan siang, Selasa (8/9), anak keduanya bernama Rasyi yang duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar, lebih dulu memeriksa tas ayahnya.
Rasyi menemukan tiga buah permen. Melihat tiga buah permen di tangan Rasyi, Raja sang abang yang duduk di bangku kelas 5 SD, mengambil satu, sedangkan yang satunya lagi diberikan Rasyi kepada adiknya Rafi.
Hanya mendapat satu permen, Rafi pun menangis.
Baca Juga: ALAMAK!!! Rugi Rp600 Juta
”Dia minta dua, sementara permen hanya tiga,” cerita Ramzi kepada Bebe.
Kata Ramzi, sebenarnya permen permen itu memang untuk Rafi.
”Aku memang menyediakan permen itu untuk Rafi, sebab dia yang rajin membongkar tas saat aku pulang bekerja,” terang Ramzi.
Mendapati Rafi menangis, Ramzi langsung keluar rumah untuk mencarikan permen.
Tak berselang lama, sang istri menelepon.
Baca Juga: ALAMAK!!! Takut Keluar
”Gak usah dicarikan lagi permennya, Rafi sudah mengantuk ini,” kata istri Ramzi dari sambungan telepon.
Ramzi merasa lega. Dia memilih duduk di warung kopi, sambil menunjukkan permen kesukaan Rafi yang baru dibelinya satu kaleng.(mng)
Editor : Arif Oktafian