BENGKALIS (RIAUPOS.CO)- Melambungnya sejumlah harga komoditi barang di pasaran membuat inflasi daerah tak stabil. Guna menyeimbangkan itu, Pemkab Bengkalis membuat langkah serta kebijakan stategis dalam pengendalian inflasi daerah pada bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah.
Dalam rapat koordinasi High Level Meeeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bengkalis yang dipimpin Plh Sekda Bengkalis Andris Wasono membahas secara rinci bersama para agen dan distributor pangan di Bengkalis, Rabu (27/3).
Rakor menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Idulfitri 1445 Hijriah dihadiri Plh Sekdakab Bengkalis Andris Wasono didampingi Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis H Khairi Fahrizal.
Menurut Plh Sekda, langkah strategis yang dilakukan agar pasokan tetap tersedia, murah dan terjangkau oleh masyarakat, bersama satgas pangan daerah perlu mengoptimalkan pemantauan atas ketersediaan, stabilitas harga, serta kelancaran distribusi pangan dan mengantisipasi gejolak harga yang lebih tinggi di tingkat konsumen dan mempertimbangkan jika perlu ada intervensi operasi pasar.
Kedua, kata Andris, lokasi operasi pasar perlu mempertimbangkan kantong-kantong konsumen miskin dan industri yang mempekerjakan rakyat kecil, sehingga tepat sasaran. pastikan konsumen miskin bisa mengakses bahan pangan dengan harga terjangkau dengan demikian diharapkan inflasi terkendali.
Kemudian jelas Andris, juga melakukan konsolidasi dan meningkatkan koordinasi dalam kerja sama antar daerah, untuk memenuhi kebutuhan komoditas pangan serta memperkuat peran instansi pangan dalam pemenuhan ketersediaan dan akses distribusi pangan daerah.
“Kita juga harus melakukan penguatan tata kelola rantai pasok dan penanganan, pascapanen dengan memperhatikan sistem pergudangan untuk mempertahankan kualitas dan menghindari kerusakan/kehilangan hasil panen,” ujarnya.
Ia juga meminta, agar mendorong untuk pengembangan lembaga distribusi pangan, seperti Pasar Mitra Tani (PMT) atau Toko Tani Indonesia Center (TTIC), untuk dapat menyerap hasil produksi bahan pangan lokal, sebagai upaya mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan berbasis sumber daya lokal.
“Melalui langkah dan kebijakan tersebut, melalui forum rapat koordinasi high level meeting TPID ini, dapat membangun kerja sama yang lebih efektif dan optimal Bersama perangkat daerah terakit, guna memantau serta menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan strategis, serta kita dapat membenahi infrastruktur yang mendukung perdagangan dan logistic agar nantinya pengendalian inflasi didaerah ini dapat berlangsung dengan baik,” harapnya.
Kabag Ekonomi Setdakab Bengkalis H Khairi Fahrizal juga menyebutkan, rakor pengendalian inflasi daerah ini digelar setiap awal pekan, slguna memantau kondisi pangan yang tersedia dipasaran. Karena jika ini tidak terkendali, maka akan mempengaruhi variabel inflasi daerah akan rendah atau tinggi.
“Banyak variabel yang membuat inflasi daerah ini bisa turun dan naik Tentu ini harus menyesuaikan dengan kondisi harga kebutuhan pokok dipasaran,” ujarnya.(ksm)
Editor : RP Arif Oktafian