BENGKALIS (RIAUPOS CO) - Guna mempercepat pemulihan ekosistem mangrove di wilayaj pesisir Riau, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) RI, saat ini sudah menugaskan 13 tenaga pendamping lapangan (TPL) ke Kabupaten Bengkalis.
Dari 13 TPL tersebut, terdiri dari 11 Pendamping Desa (Pendes) dan 2 Koordinator Lapangan (Korlap) yang ditugaskan di Kabupaten Bengkalis untuk melakukan pendampingan secara langsung pada 31 desa yang tersebar di 7 Kecamatan, yang merupakan lokasi indikatif rencana sasaran pelaksanaan kegiatan Percepatan Rehabilitasi Mangrove (PRM).
"Ya, untuk lokasi fokus rencana sasaran pelaksanaan kegiatan PRM mencakup Kecamatan Bengkalis, Bantan, Bukit Batu, Siak Kecil, Bandar Laksamana, Rupat dan Kecamatan Rupat Utara," ujar Koordinator Lapangan BRGM RI wilayah Riau, Ismail.
Di sela-sela silaturahami di Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis Ismail menyatakan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam membangun sinergi dan kolaborasi dalam pemulihan ekosistem mangrove yang ada di Kabupaten Bengkalis.
Di samping itu katanya lagi, kegiatan ini juga bagian dari rangkaian tahapan percepatan rehabilitasi Mangrove, yang bertujuan untuk
menyosialisasikan program ini.
"Kami mengharapkan, informasi yang disampaikan dapat diketahui
bersama bahwa Kabupaten Bengkalis merupakan salah satu dari enam kabupaten di Riau, sebagai lokasi sasaran untuk dilakukan percepatan rehabilitasi mangrove pada program Mangroves For Coastal Resilience atau mangrove untuk ketahanan pesisir," jelasnya.
Selanjutnya Ismail menekankan, bahwa tenaga teknis lapangan pihak BRGM memiliki peran krusial dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan di tingkat desa, atau tapak dengan melakukan pendampingan serta penguatan kelembagaan kepada kelompok masyarakat calon pelaksana kegiatan rehabilitasi Mangrove di Kabupaten Bengkalis.
Ia menyebutkan, BRGM juga berperan untuk menyosialisasikan kegiatan percepatan rehabilitasi mangrove yang akan dilakukan oleh BRGM RI melalui program Mangroves For Coastal Resilience (M4CR) kepada semua unsur mulai dari masyarakat dan Pemerintah Desa, Pemerintah Kabupaten, Perguruan Tinggi, NGO/CSO serta stake holder lainnya yang ada di Kabupaten Bengkalis, sebagai salah satu mandat dari pimpinan yang harus dilaksanakan di Kabupaten Bengkalis ini.
"Dukungan serta kerjasama para pihak juga menjadi kunci dalam keberhasilan kegiatan percepatan rehabilitasi mangrove di Kabupaten
Bengkalis, untuk itu kami mohon dukungannya agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan memberikan dampak yang positif terhadap pemulihan ekosisitem mangrove kita yang ada di Kabupaten Bengkalis ini," harapnya.
Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor : RP Edwir Sulaiman