Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Santri Bersama Gema Binluh Polsek Siak Kecil Menggelar Salat Jumat Berjamaah

Abu Kasim • Jumat, 4 Oktober 2024 | 20:30 WIB
Kapolsek Siak Kecil Ipda Dr Eko Wahyu NB MH menyalami para santri usai Salat Jumat berjamaah di Masjid Al-Jami Desa Sungai Siput, Jumat (4/10/2024).
Kapolsek Siak Kecil Ipda Dr Eko Wahyu NB MH menyalami para santri usai Salat Jumat berjamaah di Masjid Al-Jami Desa Sungai Siput, Jumat (4/10/2024).

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -  Bertauhid dan mengesakan Allah adalah Tuhan satu-satunya yang wajib disembah, merupakan bukti implementasi keimanan seorang muslim kepada Sang Khalik.

Guna mengajak para santri dan masyarakat tetap menguatkan keyakinan kepada Allah SWT,  melalui Program Gema Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) Polsek Siak Kecil menggelar Salat Jumat berjamaah di Masjid Al-Jami Desa Sungai Siput, Jumat (4/10/2024).

Momen Salat Jumat berjemaah juga dijadikan ajang cooling system Polsek Siak Kecil, Polres Bengkalis dalam menyampaikan pesan-pesan damai, khususnya dalam menghadapi pelaksanaan Pilkada Serentak 2024.

Pada pertemuan itu, Kapolsek Siak Kecil Ipda Dr Eko Wahyu NB MH menyampaikan, cinta tauhid adalah keyakinan akan keesaan Allah SWT, yang berarti bahwa Allah SWT adalah satu, tunggal dan esa. Tauhid juga mencakup tentang zat, ketetapan, perbuatan, dan hubungan Allah SWT dengan hamba-Nya.

"Kalau kita mencermati sebagai umat muslim, tauhid itu terbagi menjadi tiga jenis. Yaitu, tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah dan tauhid asma wa sifat. Untuk mengimplementasikan tauhid dalam kehidupan, umat Islam harus beribadah atau mengabdi kepada Allah SWT. Hal ini dilakukan dengan mengamalkan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya," jelasnya.

Ia mengharapkan, seorang santri harus memiliki beberapa ciri khas. Yakni di antaranya melek teknologi, kreatif, menerima perbedaan, peduli terhadap sesama. Senang berekspresi, khawatir dan takut ketinggalan tren yang ada (fomo), kecemasan dan tingkat stres yang tinggi dan mudah mengeluh dan self proclaimed.

Namun, kata Kapolsek, santri abad ke-21 harus memiliki keterampilan literasi digital di samping literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewargaan.

Ia menyebutkan, pilkada saat ini memasuki masa kampanye, yang dimulai dari tanggal 25 September 2024 sampai dengan 23 November 2024. Sedangkan kampanye melalui medsos menjadi cara mudah bagi pemenangan Paslon untuk mempromosikan kampaye.

Menyikapi hal tersebut Kapolsek Siak Kecil Ipda Dr Eko Wahyu NB MH bersama pengurus mesjid, juga menggelar penyuluh agama dan menyampaikan pesan-pesan terkait tahapan  Pilkada yang sedang berjalan saat ini.

"Mari kita jaga situasi kamtibmas pada Pilkada Serentak di Kecamatan Siak Kecil. Harapan kami, agar adik-adik generasi milenial dapat memberikan informasi dan menjadi peran positif untuk menuju pilkada yang aman dan damai," ujar Kapolsek.

Selain itu, Kapolsek juga menyampaikan, jangan sampai adek-adek para pemuda menjadi pemicu dan pencetus politik praktis. Kritis boleh tapi yang positif, karena semua pelanggaran-pelanggaran pemilu diatur dan ada konsekuensi hukumnya jika melanggar aturan hukum.

Kapolsek Siak Kecil juga mengharapkan, jangan sampai di wilayah Kecamatan Siak Kecil atau wilayah hukum Polsek Siak Kecil masyarakatnya, khususnya pemuda milenial melakukan tindakan melawan hukum khususnya melakukan pelanggaran atau pidana Pemilu pada Pilkada Serenta 2024.

"Kemudian melalui peran santri, juga dapat menyampaikan pesan Pilkada  damai dan dapat melakukan kritik yang positif baik secara langsung, maupun melalui media online agar tidak menimbulkan perpecahan pada kesatuan NKRI," harapnya.(ksm)

 

Editor : RP Edwar Yaman
#salat jumat berjamaah #santri #cooling system #pesan damai #polsek siak kecil #kamtibmas #pilkada serentak