PINGGIR (RIAUPOS.CO) - Di tengah tingginya harga pupuk nonsubsidi, petani di Kecamatan Pinggir khawatir tak mampu lagi melakukan aktivitas pertanian. Ditambah lagi peralatan pendukung serta keterampilan yang minim membuat petani takut gagal dalam bercocok tanam.
Hal itu disampaikan para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Jaya Kecamatan Pinggir saat bertemu dengan Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso yang didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bengkalis Susi Hartati, Kamis (2/1).
Pertemuan dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, dengan tujuan mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dengan kelompok tani.
Ketua Kelompok Tani Jaya Julianto menyampaikan, berbagai aspirasi terkait pengembangan sektor pertanian di Kecamatan Pinggir yang dirasakan para petani di sana.
Beberapa isu utama yang disampaikannya, antara lain terkait keperluan alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan pupuk subsidi, serta pelatihan peningkatan keterampilan bagi petani.
”Kami berharap Pemerintah Daerah dapat terus mendukung pengembangan pertanian di Kecamatan Pinggir, sehingga kesejahteraan petani dapat semakin meningkat,” ujar Julianto.
Ia mengaku, para petani dalam mengolah lahannya masih sangat tradisional, sehingga hasil yang diharapkan jauh dari hasi yang diproduksi. Tentunya petani harus memutar otak agar hasil pertaniannya meningkat.
”Inilah keluhan kami, terutama masalah peralatan dan kemampuan dalam mengolah lahan pertanian yang sangat luas,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Bagus Santoso menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Bengkalis. Ia juga mengapresiasi, semangat dan kerja keras para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
”Ya, sektor pertanian adalah salah satu sektor utama yang menjadi prioritas pembangunan di Bengkalis. Kami akan terus berupaya menyediakan fasilitas dan program yang mendukung kebutuhan para petani, termasuk bantuan alsintan dan pelatihan. Pemerintah juga terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai solusi dari tantangan yang dihadapi,” jelas Bagus Santoso.
Pertemuan ini juga diisi dengan diskusi mendalam, tentang strategi pemberdayaan kelompok tani, termasuk peluang pemasaran hasil pertanian yang lebih luas.
Wabup mendorong, Kelompok Tani Jaya untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi pertanian modern agar hasil panen lebih maksimal.
”Dengan adanya pertemuan ini, kita harapkan kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan kelompok tani dapat semakin erat, sehingga memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah, khususnya di bidang pertanian,” harapnya.(yls)
Editor : Rindra Yasin