PINGGIR (RIAUPOS.CO) – Setelah mendapatkan informasi ada keluhan warga Kecamatan Pinggir, tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bengkalis langsung menyambangi para nasabah untuk melakukan penyelidikan atas dugaan penipuan terhadap nasabah bank BUMN di Unit Pinggir, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Kamis (30/1).
Belasan nasabah yang berkumpul di rumah salah seorang nasabah yang diduga korban penipuan di Kecamatan Punggir, penyidik Tipikor Polres Bengkalis, Bripka Juliandi langsung menjumpai para nasabah bank yang berkumpul untuk mengumpulkan keterangan awal.
“Ya, kami kedatangan polisi dari Polres Bengkalis, merupakan penyidik Tipikor. Alhamdulillah persoalan kami ini ternyata sudah didengar Bapak Kapolres Bengkalis, dan beliau menurunkan anggotanya ke tempat kami,” ujar N, salah seorang nasabah bank.
Peristiwa yang diawali nasabah salah satu bank BUMN ini, yang merupakan petani kelapa sawit di Kecamatan Pinggir yang rela menjual kebun sawitnya yang selama ini menopang ekonomi keluarganya, kini pupus sudah. Pasalnya kebun yang dijual untuk melunasi utang kredit usaha rakyat (KUR) di salah satu bank BUMN, malah membuatnya kecewa dan sedih.
R, salah seorang dari 16 nasabah bank BUMN yang diduga ditipu oknum karyawan Unit Pinggir tersebut, menceritakan modus dugaan penipuan yang dialaminya.
“Kami sudah ditipu sama oknum karyawan salah satu bank unit Pinggir berinisial J. Kami serahkan uang tunai sebesar Rp92 juta untuk pelunasan utang KUR dari hasil jual kebun sawit, tapi ternyata tidak disetorkan ke kantor unit Pinggir,” ujar R sedih.
Ia tahunya uang pelunasan KUR yang diserahkan kepada orang yang bersangkutan, tidak disetorkan saat mau mengambil agunan atau jaminan berupa surat tanah kebun sawit tidak bisa diambil karena masih punya utang KUR di Unit Pinggir.
“Uang sebesar Rp92 juta untuk pelunasan utang KUR hasil jual kebun sawit, makanya kami sekeluarga sangat sedih sudahlah jual kebun sawit utang KUR tidak lunas,” terangnya dengan suara parau.
Sedangkan pihak yang berada di Unit Pinggir, kata R, malah berjanji mau menyelesaikan persoalan ini di akhir Januari 2025 ini.
Sedang penyidik Tipikor Bripka Juliandi Bazrah saat dikonfirmasi terkait kegiatannya bersama warga mengatakan, kehadirannya di sini atas perintah pimpinan untuk melakukan penyelidikan terkait kasus nasabah di salah satu bank unit Pinggir.
Baca Juga: Bonanza BBQ, Program Dinner Sepuasnya dari Tjokro Hotel
“Silakan, Bang konfirmasi ke pimpinan saya, untuk keterangan selanjutnya,” ucap Bripka Juliandi.
Setelah mendapatkan keterangan dari belasan nasabah, Bripka Juliandi terlihat masuk ke kantor salah satu bank unit Pinggir di Jalan Lintas Pinggir-Dumai, sekitar pukul 13.30 WIB.
Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan melalui Kasatreskrim Polres Bengkalis, AKP Gian Wiatma Jonimandala, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat WhatsApp belum memberikan jawaban, karena proses penyelidikan masih tahap awal, sehingga belum memberikan keterangan.
Sedang Kepala Cabang Unit Duri, EM yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya dan pesan singkat WhatsApp-nya tidak menjawab dan memberikan respons terhadap persoalan yang dihadapi oleh 16 orang nasabahnya.(ksm)
Editor : Edwar Yaman