Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program MBG Perlu Susu Banyak, BGN Akui Kewalahan Penuhi Pasokan

T
Penulis: Tim Redaksi❯
GUNALAN. (JPG)
GUNALAN. (JPG)

Advertisement

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Badan Gizi Nasional (BGN) mengakui kewalahan dalam memenuhi keperluan susu untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Gunalan, saat ini terdapat 29.670 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi. Sementara penerima manfaat MBG mencapai 63 juta.

Advertisement

Dengan aturan setiap SPPG wajib memberikan susu sebanyak dua kali dalam sepekan, membuat keperluan pasokan susu nasional meningkat tajam. Sementara, jumlah pasokan susu dalam negeri dinilai belum mampu mengimbangi kebutuhan tersebut.

”Sehingga untuk keperluan susu yang sangat besar ini kami juga agak kewalahan, rekan-rekan kami di lapangan khususnya yang di dapur apabila tidak mendapatkan susu di pasar, itu biasanya mereka mengganti dengan sumber protein lainnya,” kata Gunalan saat konferensi pers Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta, Selasa (2/6).

Advertisement

Gunalan menjelaskan, akses transportasi yang sulit untuk mendistribusikan pasokan susu ke daerah terpencil dinilai menjadi penyebab utama sulitnya menjangkau jumlah penerima manfaat MBG. Kalaupun sampai, tidak tepat waktu.

”Sehingga inilah kadang yang menyebabkan kenapa susu pada SPPG tertentu itu sulit mereka dapatkan karena memang tidak ada di pasaran. Kemudian yang kedua tadi karena besarnya jumlah penerima manfaat. Nah, inilah sebenarnya yang sering kami diskusikan bersama tim dari Kemenko Pangan, ada Perpres 115 Tahun 2025 yang mana apa yang menjadi kendala dari kegiatan kita di  MBG, khususnya susu ini, itu didiskusikan,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Makmun mengakui produksi susu nasional saat ini masih belum mencukupi keperluan domestik. Menurut dia, Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi keperluan susu nasional.

”Produksi kita itu lebih kurang sekitar 25 persen susu dalam negeri, sisanya 75 persen masih impor. Ini juga yang menjadi program kita bersama bagaimana meningkatkan jumlah populasi sapi perah di dalam negeri dan kemudian peningkatan produktivitasnya,” tuturnya dalam kesempatan yang sama.(jpg)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

BGN Targetkan 10 Ribu Dapur MBG Terapkan Prasmanan, Perkuat Pengawasan dengan Pemasangan CCTV 

BGN Targetkan 10 Ribu Dapur MBG Terapkan Prasmanan, Perkuat Pengawasan dengan Pemasangan CCTV 

Kepala BGN sudaryono menargetkan 10 ribu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menerapkan sistem prasmanan hingga akhir 2026.

80 Persen Susu MBG Wajib dari Peternak Lokal

80 Persen Susu MBG Wajib dari Peternak Lokal

BGN mewajibkan 80 persen susu untuk program MBG berasal dari peternak lokal mulai 1 November 2026 guna meningkatkan kesejahteraan peternak.

Dapur SPPG di Riau Bertambah Jadi 683 Unit

Dapur SPPG di Riau Bertambah Jadi 683 Unit

BGN menambah 87 dapur SPPG di Riau, sehingga total mencapai 683 unit untuk mendukung program MBG.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer