BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Rangkaian perayaan Imlek 2025 terlihat semarak dan meriah. Ini ditandai dengan Pawai Sema keliling Kota Bengkalis yang dimulai dari Vihara Hok Ang Kiong, Senin (3/2/2025) pagi.
Kemeriahan yang sudah tiga tahun tidak dilaksanakan dan sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 dan pemilu, akhirnya masyarakat Tionghoa dengan penuh sukacita cita merayakan Imlek dengan penuh kegembiraan.
Acara yang dimulai dari Vihara Hok Ang Kiong ini berlangsung penuh semangat, meskipun rutenya lebih pendek dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pawai Sema keliling yang diiringi rombongan barongsai dan tandu patung Dewa Ching Cui Co Shi tidak hanya diikuti etnis Tionghoa saja, namun pawai ini menjadi tontonan bagi warga tempat, karena ada penampilan barangsai serta pertunjukan debus di depan Viraha Hok Ang Kiong.
Herman Kasuma, salah seorang pengelola Vihara Hok Ang Kiong menyebutkan, tahun ini tidak ada pembatasan, sehingga acara dapat berjalan lebih meriah dan diikuti ratusan peserta yang datang dari luar Bengkalis.
"Ya, pawai atau Sema keliling kota ini bertujuan untuk kemaslahatan seluruh umat. Para dewa yang turun akan menyinggahi tempat-tempat yang dianggap memiliki roh-roh jahat yang bisa mengganggu warga," jelasnya.
Sedangkan arak-arakan keliling kota sempena Perayaan HUT Dewa Ching Cui Co Shi, Vihara Hok Ang Kiong, membuat jalan yang dilalui macet, seperti Jalan Sudirman dan Jalan Yos Sudarso, diikuti oleh berbagai kelompok, termasuk grup barongsai, serta warga Tionghoa dan masyarakat Bengkalis yang turut serta menyaksikan.
Sedangkan rute pawai ini dimulai dari Vihara Hok Ang Kiong, lalu melintasi Jalan Hasanuddin, Tengku Umar, Pattimura, Jenderal Sudirman, hingga Jalan Kurau, sebelum akhirnya kembali ke vihara di Pasar Lama Bengkalis.
Dalam arak-arakan ini, yang menjadi daya tarik masyarakat untuk menyaksikan, Dewa Bayi yang diperankan oleh warga Tionghoa, yang dipercaya membawa berkah dan keselamatan bagi semua umat dibawa keliling kota.
"Ya, dewa bayi berusia tiga tahun ini ikut berkeliling dan membagikan permen serta jeruk kepada warga yang disinggahi," ucap satu seorang pendamping Dewa.
Sepanjang perjalanan, pawai ini disambut antusias oleh warga yang menonton di pinggir jalan. Sorak sorai dan suara petasan serta bunyi musik narongsai semakin menambah kemeriahan suasana pawai.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi bagi warga Tionghoa, tetapi juga menjadi daya tarik budaya yang dinikmati oleh seluruh warga Bengkalis.
"Tentu dengan diadakannya kembali Sema keliling kota, kita harapkan perayaan Imlek di Bengkalis semakin bermakna dan membawa keberkahan bagi semua. Juga bisa menjadi daya tarik wisatawan manca negara," ucapnya.
Laporan Abu Kasim, Bengkalis
Editor : M. Erizal