PINGGIR (RIAUPOS.CO)- Musibah kebakaran rumah semi permanen dan sekaligus dijadikan tempat usaha oleh penghuninya di Jalan Lintas Duri-Pekanbaru, Desa Tengganau, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, mengakibatkan seorang pelajar yang masih duduk di bangku SMP meninggal dunia, Ahad (2/3) sekitar pukul 17.25 WIB.
Sedangkan rumah yang terbakar ini milik Tomi Nababan (40) warga Jalan Lintas Duri-Pekanbaru Simpang Intan Desa Tengganau Kecamatan Pinggir, yang disewa Siti Naisa bersama dua anak kembarnya Yogi (14) dan Yoga (14) pelajar SMP.
“Dalam musibah kebakaran ada korban meninggal dunia bernama Yoga (14) pelajar kelas 2 SMP, warga Jalan Lintas Duri-Pekanbaru
Simpang Intan Desa Tengganau, Kecamatan Pinggir,” ujar Kasatreskrim Polres Bengkalis AKP Gian Wiatma Jonimandala, Senin (3/3).
Ia menjelaskan, bangunan rumah semi permanen terbuat dinding batu bata dan papan, dengan ukuran 5x8 meter. Rumah ini sudah dikontrak ibu korban selama lebih kurang 1 tahun, yang dijadikan sebagai warung makan dan jualan minyak eceran.
Jadi, kata Gian, penghuni rumah ada tiga orang yaitu Siti Anisa(ibu), Yoga (korban) dan Yogi saudara kembar korban.
Sedangkan kronologis kejadian, kata Kasatreskrim , Ahad (2/3) sekitar pukul 17.30 WIB, korban Yoga sedang bermain handphone sambil dicas dan sambil tiduran. Sedangkan Yogi saudara kembar korban, berada di kamar yang berbeda.
Sedangkan di bawah tempat tidur korban Yoga, terdapat minyak bensin sebanyak 1 jeriken yang hendak dijual eceran. Di mana ibunya berjualan nasi sekalian berjualan minyak bensin eceran.
Ia menjelaskan, dari keterangan saksi yakni ibu korban Siti Naisa dan Listiani Simamora, sore itu sedang asyik ngobrol di teras rumahnya, tiba- tiba terdengar bunyi letupan api dari dalam rumah tempat tidur korban dan teriakan “Mak...Mak...,” ucap Gian.
Ia mengatakan, mendengar teriakan Yogi (saudara kembar korban) dari dalam rumah, lalu ibu korban langsung masuk ke rumah, ketika pintu dibuka api sudah membesar dan membakar tubuh korban Yoga.
Ibu korban berusaha menolong dan meraih tangan Yoga yang sudah dibakar api, namun tidak berhasil karena api semakin besar. Tangan dan wajah ibu korban juga ikut terbakar.
“Ibu korban lalu minta tolong kepada warga setempat, lalu warga berdatangan membantu menyiram api pakai ember air secara manual. Namun karena rumah terbuat dari dan papan kayu maka api cepat membesar,” jelasnya.
Berdasarkan keterangan Yogi, kata Kasatreskrim, saat mendengar teriakan korban dirinya langsung keluar dari kamar dan melihat tubuh korban sudah terbakar, sambil berjalan tanpa arah sambil minta tolong. Lalu Yogi keluar rumah minta tolong ke warga yang lain.
“Barulah sekira pukul 18.00 WIB regu Damkar Kecamatan Pinggir tiba di TKP dan memadamkan api. Sekira pukul 18.20 WIB atau satu jam kemudian, api berhasil total dipadamkan,” ujarnya.
Jadi, korban jiwa satu orang meninggal dunia atas nama Yogi (14). Sedangkan kerugian materil akibat kebakaran belum dapat dikalkulasikan, karena ibu korban masih mengalami trauma. “Korban saat ini dibawa kerumah sakit RSUD Kecamatan Mandau,” ujarnya.
Sedangkan dugaan penyebab kebakaran, kata Kasatreskrim, diduga karena percikan arus listrik di dalam rumah saat korban main handphone sambil dicas, ditambah adanya minyak bensin di bawah tempat tidur mengakibatkan api cepat membesar.(ksm)
Editor : Arif Oktafian