Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Antrean Ro-Ro Air Putih Bengkalis Kembali Panjang

Abu Kasim • Jumat, 11 April 2025 | 10:55 WIB
Dihentikannya sistem genap-ganjil dan booking tiket oleh Dishub, membuat kondisi penyebengan di Ro-Ro Air Putih Bengkalis menjadi padat dan antrean sampai ke SPBU Air Putih, Kamis (10/4/2025) siang.
Dihentikannya sistem genap-ganjil dan booking tiket oleh Dishub, membuat kondisi penyebengan di Ro-Ro Air Putih Bengkalis menjadi padat dan antrean sampai ke SPBU Air Putih, Kamis (10/4/2025) siang.

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Pascaberakhirnya pemberlakukan sistem genap ganjil dan booking tiket di penyeberangan Ro-Ro Air Putih Bengkalis pada, Selasa (8/4/2025) lalu, kini membuat antrean panjang kendaraan tidak dapat terelakkan lagi. Akibatnya kondisi ini menjadi sorotan masyarakat, Kamis (10/4/2025).

Sejumlah kendaraan harus menunggu hingga berjam-jam, sebelum bisa naik ke kapal penyeberangan ro-ro yang berkekuatan 3 armada. Bahkan ada yang masuk pada siang sehari sebelum Kamis dan sudah mengantre cukup lama.

Andi, salah seorang sopir truk pembawa sawit dari Pulau Bengkalis menuju ke Sungai Pakning menyebutkan, dirinya mengantre sudah sejak petang lalu (Rabu). Tapi sampai siang belum bisa menyeberang.

"Entah kapan bisa menyeberang. Kami kawatir saja apabila tidak cepat diseberangkan, maka TBS sawit kami akan busuk dan ini hari pertama kami membawa sawit ini ke Siak Kecil untuk dijual ke feron sawit di sana," jelasnya.

Terhadap kondisi itu, Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis, Edi Kurniawan membenarkan adanya antrean panjang tersebut. Pihaknya menyebutkan, bahwa antrean bahkan telah sampai ke area SPBU terdekat dan kondisi ini telah berlangsung selama dua hari terakhir.

"Dari pantauan CCTV, ada kendaraan penumpang yang masuk pada sore hari, baru bisa diberangkatkan keesokan paginya atau siangnya. Kalau dihitung secara keseluruhan, antrean bisa mencapai 17 jam. Namun jika dihitung berdasarkan jam operasional layanan penyeberangan, berkisar 12 jam," ujar Edi.

Edi menjelaskan, bahwa dominasi antrean didominasi oleh kendaraan angkutan barang, terutama truk pengangkut hasil pertanian seperti sawit.

"Kalau dilihat, hampir 50 persen kendaraan yang antre adalah pengangkut barang. Banyak kendaraan jenis L300 yang membawa hasil pertanian dan logistik keluar dari pulau," ucapnya.

Ia mengatakan, bahwa saat ini hanya ada tiga kapal yang beroperasi, yaitu Bahari Nusantara, Permata Lestari 3, dan Suwarna Putri. Namun kapal Suasana Putri belum bisa mengangkut kendaraan berat karena keterbatasan kondisi mesin.

"Untuk kendaraan golongan lima dan enam, hanya dua kapal yang bisa mengangkut. Ini yang membuat distribusi muatan harus diatur agar penumpang umum juga tetap terlayani," jelasnya.

Dishub Bengkalis, juga sudah menginstruksikan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lapangan agar melakukan pengaturan antrean lebih tertib dan adil antara kendaraan pribadi dan angkutan barang.

"Ya, kita minta agar tidak terjadi ketimpangan. Jangan sampai kendaraan roda empat tertinggal karena didominasi kendaraan berat, atau sebaliknya. Harus seimbang," jelas Edi.

Ia juga mengimbau, kepada masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak untuk menunda perjalanan atau menggunakan jasa travel agar tidak terjebak antrean panjang.

"Prediksi kami, kondisi akan normal kembali pada Jumat. Saat ini, kapal masih menunggu alat pengoperasian. Harapan kami, penumpang bisa lebih sabar," jelasnya.

Editor : Rinaldi
#antrean panjang #roro air putih bengkalis #ganjil genap