BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Pasca Raya Idulfitri 1446 H sampai menjelang berakhir bulan April, kondisi harga barang keperluan pokok di pasar tradisional di Pulau Bengkalis terus mengalami kenaikan.
Bahkan sampai saat ini, posisi harga cabai merah keriting asal Sumbar masih tetap tinggi. Meski saat ini harganya turun sedikit dari pekan lalu dengan harga Rp85 ribu, saat ini sudah jauh menurun yakni Rp65 ribu per Kg.
Disusul dengan harga bawang merah dan bawah putih yang masih stagnan diharga Rp45 ribu per Kg, membuat kondisi pasar menjadi lengang.
“Semua harga barang masih tinggi dan belum menunjukkan tren turun. Kalau pun turun tak banyak alias stagnan. Seperti cabai merah keriting asal Bukit Tinggi dan bawang merah,” kata salah seorang pedagang di Pasar Terubuk Bengkalis Susi, Senin (28/4).
Ia mengaku, pasokan barang semuanya dari luar, jadi harganya selalu tinggi. Ini juga karena tidak ada saingan dalam penjualan barang kebutuhan pokok. Karena pasokan barang lokal tidak ada, seperti cabai, bawang dan sayuran semua dari luar.
Di hari yang sama, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bengkalis yang ikut Rapat Koordinasi Inflasi secara zoom metting bersama Sekjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Komjen Pol Tomsi Tohir di Ruang Rapat Hang Jebat Kantor diharap segera mengambil Langkah cepat dan strategis, terkait penyebab terjadinya kenaikan harga bawang merah dan cabai merah.
“Kami minta kepada TPID dan dinas terkait yang IPH-nya naik, supaya mencermati kenapa kenaikan itu bisa terjadi, segera cek kelapangan dan carikan Solusi secepatnya,” ujar Wabup Bengkalis H Bagus Santoso usai mengikuti rapat.
Ia mengungkapkan, perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April minggu ke dua di Bengkalis mengalami peningkatan sebesar 4,90 persen. Berdasarkan hasil pemantauan BPS pada Maret minggu ketiga sebesar 4,76 persen.
“Kami menyadari transportasi menjadi kendala utama yang berdampak pada meningkatnya harga kebutuhan pokok seperti cabai merah, bawang putih dan bawang merah di Kabupaten Bengkalis, karena kebutuhan bahan pokok tersebut datangnya dari luar daerah seperti dari Bukit Tinggi dan Kota Medan,” jelasnya.
Ia berharap Dinas Perhubungan untuk mengelola jaminan transportasi barang pokok baik, masuk maupun keluar Pulau Bengkalis.
Wabup juga memberikan, intruksi kepada anggota TPID untuk selalu mengikuti Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) yang diselenggarakan setiap minggu, karena sampai saat ini tingkat partisipasi TPID sangat rendah.
“Saya akan selalu memantau dan meminta laporan peserta yang mengikuti rapat, siapa yang tidak hadir akan ketahuan. Ini komitmen kami bersama Bupati Kasmarni untuk selalu menjaga Kabupaten Bengkalis dari terjadinya inflasi,” tegasnya.(ksm)
Editor : Arif Oktafian