BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Persoalan penyeberangan Ro-Ro Bengkalis masih menjadi kendala utama bagi masyarakat Bengkalis. Pasalnya pelayanan penyeberangan Ro-Ro dari Dermaga Ro-Ro Air Putih Bengkalis menuju ke Dermaga Ro-Ro Sungai Selari-Pakning selalu dikeluhkan masyarakat.
Bahkan saat ini, Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Persada Nusantara, sudah resmi mengalihkan trayeknya ke Dermaga Mengkapan Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak. Langkah itu, diambil berdasarkan surat dari Kementerian Perhubungan tertanggal 17 April 2025, sebagai upaya mengurai antrean kendaraan di pelabuhan tersebut.
Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis Edi Kurniawan menjelaskan, keputusan tersebut merupakan permintaan langsung dari pusat.
“Berdasarkan informasi dari manajer cabang Persada Nusantara, pengalihan trayek ini merupakan permintaan dari Kemenhub untuk mengurai antrean di Mengkapan. Hal ini juga telah diatur Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) di daerah,” ujar Edi.
Edi menambahkan, pengalihan trayek ini bersifat sementara dan diperkirakan berlangsung selama satu pekan. Pihaknya berharap KMP Persada Nusantara dapat segera kembali beroperasi di Bengkalis, mengingat daerah ini akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Riau pada 21 Juni 2025 mendatang.
Saat ini, terdapat tiga kapal yang melayani penyeberangan dari Pulau Bengkalis ke daratan Sumatera, salah satunya adalah KMP Swarna Putri. Namun, kapal tersebut dijadwalkan untuk menjalani docking pada 21 Mei 2025.
“Meskipun surat resmi belum kami terima, informasi yang kami dapatkan menyebutkan bahwa docking KMP Swarna Putri akan dilaksanakan pada tanggal tersebut, dan kemungkinan bisa lebih awal,” jelas Edi.
Di sisi lain, untuk kelancaran penyeberangan di Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat, Bupati Bengkalis Kasmarni sudah mengajukan permohonan tambahan armada kapal ke Kantor Pusat PT ASDP Indonesia Ferry di Jakarta.
Dihadapan Direktur PT ASDP, Bupati Kasmarni mengungkapkan, kondisi kekuatan armada Roro di Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat. Bupati berharap adanya tambahan armada kapal agar pelayanan arus penyeberangan orang dan barang dapat berjalan lancar.
“Saat ini ada 4 kapal roro yang melayani penyeberangan Bengkalis-Sungai Pakning, bulan depan 2 kapal akan docking jadi mohon bantuan dari PT ASDP, kalau memang ada kapal yang standby bisa diarahkan ke daerah kita,” harapnya.
Selain Pulau Bengkalis, Pulau Rupat juga membutuhkan pergantian armada kapal yang lebih besar, karena kapal yang ada kapasitas muatannya kecil.(gem)
Editor : Arif Oktafian