BENGKALIS (RIAUPOS .CO) -- Dalam sebulan terakhir, masyarakat Kota Duri dan sekitarnya mengeluhkan pasokan air bersih yang tersendat bahkan tak mengalir sama sekali ke pelanggannya. Ini disebabkan pasokan air baku yang biasanya disiapkan melalui waduk PT PHR, sempat dikurangi dan terhenti.
Makanya mengatasi persoalan air bersih ini, PDAM Tirta Terubuk, Pemkab Bengkalis dan PT PHR duduk bersama memecahkan persoalannya.
Dalam pertemuan tersebut, PT PHR dihadiri oleh Head of Relations Zona Rokan North Hardiyanto, Direktur Perumda Tirta Terubuk Bengkalis Abel Iqbal, Sekda Ersan, Kadis PUPR Ardiansyah, Kepala Bapedda Rinto, Kabag Perekonomian dan Camat Mandau Riki Rihardi.
Setelah melakukan pertemuan dan duduk bersama, dilanjutkan peninjauan ke lapangan, terkait kondisi real waduk air baku PT PHR tentang intake Rangau, kondisi pipa air baku, kondisi waduk dan pengerjaan penggantian pipa air baku dari besi dengan pipa HDPE.
"Ya, kita sudah duduk bersama. Pihak perusahaan telah menjelaskan alasan debit air baku dari waduk 125 PHR berkurang, lantaran pipa air arah ke waduk sudah banyak yang bocor karena sudah lama," jelas Direktur Perumda Air Minum Tirta Terubuk Bengkalis, Abel Iqbal ST, Kamis (19/6/2025).
Ia menyebutkan, kondisi itu berakibat air baku dari Sungai Rangau masuk ke waduk berkurang, yang dampaknya air baku masuk ke Perumda Cabang Duri ikut berkurang.
Abel mengatakan, saat ini pipa tersebut sedang proses penggantian, dan pihak PHR memperkirakan akan bisa difungsikan secara maksimal di bulan Juli, sehingga debit air dari waduk yang akan dialirkan ke Perumda Cabang Duri bisa normal kembali.
"Kita juga sepakat, ke depan pihak Perumda, Pemda dan PHR akan melakukan MoU pembaharuan untuk suplai air baku dari waduk 125 PHR ke Perumda Cabang Duri untuk didistribusikan ke masyarakat," jelasnya.
Perumda berharap, kepada pihak PHR apabila terjadi kendala soal suplai air baku nantinya, untuk segera memberitahukan ke Perumda Cabang Duri dan pihak Kecamatan Mandau, agar tidak terjadi lagi mis komunikasi dengan masyarakat.
"Dengan minimnya penyediaan air bersih di Kota Duri dan sekitarnya, Pemkab Bengkalis tidak tinggal diam, namun masih terus berupaya menindaklanjuti B to B dengan pihak swasta, dan juga program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Dumai-Rokan Hilir-Bengkalis (Durolis)," jelas Abel.
Selain itu, Abel juga berharap kepada pihak PHR, apabila nantinya terjadi kelebihan air di waduk untuk tidak dibuang. Air tersebut lebih baik disalurkan ke Perumda Cabang Duri, agar air baku itu lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
"Kami berharap, apabila SPAM Durolis sudah berjalan, Pemkab Bengkalis untuk tidak memutuskan suplai air baku dari PHR, agar kebutuhan air di Duri dan sekitarnya ketersediaannya bisa maksimal," harapnya.
Editor : Rinaldi