Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kondisi Jalan Lintas Batan Air-Muntai Barat Berlubang Dikeluhkan Warga, Ini Tanggapan Kadis PUPR Bengkalis Ardiansyah

Abu Kasim • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 13:29 WIB
Kondisi jalan lintas Desa Bantan Air ke Desa Muntai Barat Kecamatan Bantan memprihatinkan. Bahkan lubangnya sudah merata di sepanjang jalan lintas tersebut, baru-baru ini.
Kondisi jalan lintas Desa Bantan Air ke Desa Muntai Barat Kecamatan Bantan memprihatinkan. Bahkan lubangnya sudah merata di sepanjang jalan lintas tersebut, baru-baru ini.

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Kondisi jalan lintas yang ada di pulau terluar NKRI sangat memprihatinkan, tepatnya di jalan lintas Kecamatan Bantan dan Kecamatan Bengkalis. Jalan lintas dalam bentuk timbunan pasir dan batu (sirtu), kondisinya berlubang cukup dalam dan masyarakat tidak ada pilihan lain, kecuali melintasi jalan yang ada tersebut.

Kondisi jalan lintas yang ada di Pulau Bengkalis tersebut, berada di Kecaman Bantan yakni di Desa Bantan Air menuju Desa Muntai Barat. Di mana setahun lalu sempat dilakukan penimbunan dan pengerasan, namun karena tergerus air hujan, akhirnya jalan tersebut dipenuhi lubang menganga.

Bahkan yang lebih parah lagi, jalan lintas di Desa Kembung Luar menuju ke Desa Teluk Lancar. Kondisinya sangat buruk dan memprihatinkan. Kendaraan yang melintas tidak berani mempercepat kendaraanya jika tidak ingin mengalani kecelakaan.

"Ya, kalau desa kami ini paling ujung di Pulau Bengkalis. Tidak ada jalan alternatif lain, kecuali jalan satu-satunya jalan lintas ada dari Teluk Lancar menuju Kembung Luar dan juga dari Teluk Lancar menuju ke Desa Skodi Kecamatan Bengkalis," ujar Kepala Desa Teluk Lancar, Ismail, baru-baru ini.

Ia menyebutkan, kedua arah jalan keluar dari desanya dalam kondisi buruk. Pihaknya berharap kepada Pemkab Bengkalis maupun Pemprov Riau dapat membangun jalan yang setiap hari di lewati masyarakat, baik dengan cara penimbunan dan lebih bagus lagi di cor maupun di hotmik. "Susah betul masyarakat kami, setiap hari lewat jalan buruk dan berdebu seperti kondisi panas saat ini," keluhnya.

Sedangkan Arianto, salah seorang warga Desa Muntai Barat mengaku, sangat perihatin dengan kondisi jalan lintas di desanya. Karena jalan sepanjang 7 kilometer yang rusak parah, setiap hari dirinya melintasi jalan tersebut untuk urusan di Kota Bengkalis.

"Kondisinya luar biasa buruk. Sekarang mau laju mobil atau sepeda motor susah. Karena rusaknya sudah sangat parah, berlobang dan jalannya hancur, karena sirtu basenya sudah hanyut terendam air hujan beberapa bulan lalu," ujarnya.

Ia berharap, agar Pemkab melalui Dinas PUPR Bengkalis peduli dengan kondisi jalan yang ada. Jangan perbaikannya dilakukan hanya saat momen politik saja, tapi setelah usai jalan buruk, rusak dan hancur dan macam bubur dibiarkan saja.

"Azab betul kami, sekarang musim pasang besar, ada sebagian ruas jalan yang terendam air pasang besar. Kasihan kami rakyat kecil sangat susah melintasi jalan antar desa ini," ujarnya.

Menanggapi kondisi itu, Kepala Dinas PUPR Bengkalis Ardiansyah yang dikonfirmasi menyebutkan, sebelumnya sudah dilakukan penimbunan jalan dengan sistem base. Tapi karena keterbatasan anggaran pembangunannya tidak bisa dilanjutkan.

"Kami tetap memperhatikan keluhan masyarakat, karena jalan lintas itu juga masuk skala prioritas kami. Tapi karena keterbatasan anggaran, maka pembangunannya dan pending dulu, karena jalan ini merupakan jalan yang dibangunan dengan boton rigit," jelasnya.

Editor : Rinaldi
#anggaran terbatas #pulau bengkalis #jalan lintas