Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Beruang Madu Masuk Kebun Warga Kerumutan

H
Penulis: Hendrawan Kariman❯
JEBAKAN: Tim BBKSDA Riau bersama masyarakat memasang jebakan beruang pada Sabtu (30/5/2026). (FOTO BBKSDA RIAU)
JEBAKAN: Tim BBKSDA Riau bersama masyarakat memasang jebakan beruang pada Sabtu (30/5/2026). (FOTO BBKSDA RIAU)

Advertisement

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Seekor beruang madu (helarctos malayanus) ditemukan berkeliaran area kebun kelapa sawit milik warga Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Hal ini pertama kalinya direkam warga pada Jumat (29/5) malam lalu.

Berdasarkan laporan tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Resor KSDA Kerumutan turun ke lokasi melakukan pengecekan dan mitigasi.

Advertisement

Kepala BBKSDA Riau Supartono memastikan, tim di lapangan telah memasang perangkap sejak Sabtu (30/5) sebagai langkah penanganan untuk mengantisipasi potensi konflik antara manusia dan satwa liar.  Namun satwa tersebut belum masuk ke dalam perangkap tersebut.

‘’Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kita belum terima laporan baru kemunculan beruang di sekitar permukiman warga. Begitu juga dari masyarakat di sekitar lokasi,’’ sebut Supartono, kemarin.

Advertisement

Namun demikian, kata Supartono, Tim BBKSDA di lapangan masih tetap bersiaga  melakukan pemantauan intensif di sekitar lokasi. Hal ini untuk memastikan situasi tetap aman serta mengantisipasi kemungkinan kemunculan kembali satwa tersebut.

Terkait lokasi, di wilayah Kerumutan itu, BBKSDA Riau melaporkan, berjarak cukup jauh dari kawasan konservasi Suaka Margasatwa Kerumutan. Atas hal ini, Supartono mengatakan, tim di lapangan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, aparat setempat, dan masyarakat guna memperoleh informasi terkini terkait pergerakan satwa.

‘’Kepada masyarakat, kita juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak me­lakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa, serta segera melaporkan kepada petugas apabila kembali melihat keberadaan satwa yang dimaksudkan,’’ terang Supartono.

Supartono berharap ada kerjasama yang baik antara warga dan tim di lapangan. Hal ini guna memaksimal upaya mitigasi, hinffa potensi konflik antara manusia dan satwa liar dapat diminimalisir.

‘’Kita harus sama-sama menjaga kelestarian Beruang Madu, karena satwa ini merupakan satwa yang dilindungi negara,’’ Supartono menekankan.(end)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Diserang Beruang Madu, Petani di Langgam Jalani Perawatan Intensif di RSUD Selasih

Diserang Beruang Madu, Petani di Langgam Jalani Perawatan Intensif di RSUD Selasih

Petani karet Desa Pangkalan Gondai Antono diduga diserang secara tiba-tiba oleh seekor beruang madu saat sedang bekerja di kebun karetnya.

BBKSDA Riau Perkuat Sinergi Pembangunan dan Pelestarian Kawasan Konservasi

BBKSDA Riau Perkuat Sinergi Pembangunan dan Pelestarian Kawasan Konservasi

Pemkab Bengkalis dan BBKSDA Riau perkuat kerja sama. Tujuannya, untuk sinergi pembangunan demi pelestarian kawasan konservasi

Jejak Harimau Sumatera Muncul di Kota Bangkinang

Jejak Harimau Sumatera Muncul di Kota Bangkinang

Tim BBKSDA Riau bersama warga tempatan melakukan pengecekan jejak harimau di kawasan Jalan Lingkar, Kecamatan Bangkinang Kota, Kampar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer