BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Kemarau panjang dan debit air baku PDAM Tirta Terubuk Bengkalis yang menurun drastis selama dua pekan, membuat aliran air PDAM Tirta Terubuk dihentikan sementara.
Karena sulitnya mendapatkan air bersih, pelanggan PDAM Tirta Terubuk terpaksa menggunakan air parit nerwarna coklat, yang ambil menggunkan galon.
"Ya, terpaksa kita ambil air parit buat manda dan juga untuk kebutuhan lain. Karena air bersih sama sekali tak mengalir ke rumah kami," ujar Amat, warga Damon, Bengkalis.
Ia menyebutkan, kondisi ini sudah terjadi cukup lama, sedangkan PDAM tidak ada solusi. Seharusnya PDAM yang memproduksi air secara terbatas, hendaknya melakukan gerakan bagi-bagi air bersih ke pelanggannya.
"Seharusnya ada solusi, bukan kami dibiarkan susah mendapatkan air bersih," harapnya
Sedang waduk PDAM di Desa Wonosari yang sempat menyusut drastis, saat ini tidak bisa diolah dengan mesin teknologi nano filter milik perusahaan plat merah, karena air baku yang ada bercampur lumpur, akibat dilakukan normalisasi menggunakan alat berat amphibi, sehingga tidak bisa diolah mesin canggih tersebut .
Di sisi lain, air baku yang ada hanya bisa dioleh melalui pengolahan konvensional dengan mencampurkan zat kimia. Ironisnya, semenjak memakai teknologi nano filter, pihak PDAM Bengkalis tidak lagi membeli zat kimia untuk menjernihkan air.
“Ya, produksi terpaksa kita hentikan, karena debit air baku di Waduk Wonosari turun drastis karena musim panas. Air baku yang ada hanya bisa diolah secara konvensional, tapi zat kimianya tak ada, karena semenjak kita pakai nano filter tak lagi melakukan pengadaan zat kimia," ujar Kepala Bagian Teknik PDAM Tirta Terubuk Harry Kumbara, Rabu (13/8/2025).
Akibat PDAM menghentikan produksi sebanyak 4.900 pelanggan PDAM kebingungan. Apalagi, rumah tangga yang tidak memiliki sumur atau sumur bor.
Mereka terpaksa membeli air galon isi ulang untuk keperluan sehari-hari. Bahkan ada yang mandi dengan air parit yang belum tentu terjamin kebersihannya.
Baca Juga: Mau Karier Impian? BRI Resmi Buka BRILiaN Future Leader Program 2025
Selain mengambil air parit untuk keperluan sehari-hari, ada juga warga yang menumpang mandi di masjid. Seperti di Jalan Pertanian, Kota Bengkalis.
Kondisi ini bisa berlangsung lama, karena sejauh ini belum ada upaya konkret oleh pihak PDAM Tirta Terubuk untuk menambah pasokan air selain menunggu hujan lebat mengguyur Kota Bengkalis.
Pasalnya, jika pun hujan lebat menguyur Pulau Bengkalis, tapi, tidak seputar kota khususnya kawasan Wonosari, tempat dimana waduk PDAM, debit air di waduk tidak akan berubah secara signifikan.
Kabag Teknik PDAM Tirta Terubuk Harry Kumbara juga menyebutkan, bahwa sampai saat ini waduk pemasok air baku PDAM adalah waduk tadah hujan. Seiring datangnya musim panas maka waduk akan kering dengan sendirinya.
Kendati demikian, pihak PDAM akan mencoba berbagai upaya agar debit air baku di waduk meningkat. Salah satu dengan memompa air dari kanal PT Meskom.
Hanya saja jelas Harry, pihak PT Meskom mengaku kanal tersebut berada di areal kebun plasma milik Koperasi Meskom. Untuk itu, pihaknya sudah membahas pasokan air kanal tersebut dengan pengurus operasi.
“Pihak PT Meskom bilang, air kanal yang mau kita ambil berada di kebun (kebun plasma) milik koperasi. Kami sudah bahas dengan Azman ketua koperasi. Tapi, belum tuntas. Dan sampai sekarang air belum bisa dialirkan ke waduk,” jelas Harry.
Laporan Abu Kasim Bengkalis
Editor : M. Erizal