BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Kericuhan kembali terjadi di Pelabuhan Ro-Ro Air Putih-Sungai Selari, Bengkalis, Sabtu (13/9/2025) yang memicu reaksi keras dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bengkalis.
Hasil peninjauan di lapangan, terlihat banyak kendaraan masih tertahan di pelabuhan tanpa kepastian apa lagi armada Ro-Ro Bengkalis hari ini hanya 1 sehingga menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada transportasi ini untuk kebutuhan ekonomi sehari-hari.
Aksi protes puluhan sopir truk dan warga melumpuhkan akses Penyeberangan Ro-Ro Air Putih–Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis pada sabtu (13/9/2025) pagi, dengan beredar rekaman video amatir yang tampak sebuah truk diparkir melintang, menutup jalur masuk pelabuhan. Sejumlah warga mengaku antrean kendaraan sudah menumpuk hingga berhari-hari. Bahkan ada sopir yang menunggu lebih dari seminggu.
"Hal tersebut artinya belum ada solusi dari pemerintah atas permasalahan Ro-Ro Bengkalis hari ini, maka atas hal ini PC PMII Kabupaten Bengkalis menyatakan tetap mengawal permasalahan ini hingga tuntas bahkan akan kembali menggelar Aksi Demonstrasi kembali," tegas Ketua Umum PC PMII Bengkalis, Syahrul Mizan, Sabtu (13/9/2025) malam.
Mizan menyampaikan, beberapa hal kepada masyarakat dan pemerintah kabupaten Bengkalis atas situasi saat ini. Di antaranya, kepada pengguna Jasa Ro-Ro Air Putih-Sungai Selari/ Sungai Selari-Air Putih yang menggunakan kendaraan pribadi, mohon untuk tidak membawa kendaraannya menyeberang jika tidak terlalu urgent.
Ia meminta agar memprioritaskan, penggunaan jasa roro untuk kendaraan yang membawa barang, sembako, dan logistik penting demi kelancaran perekonomian.
Mengingat kondisi iperasional saat ini hanya 1 kapal yang beroperasi di lintasan Ro-Ro Air Putih-Sungai Selari, dengan situasi ini, pihaknya mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan hal-hal yang tidak diinginkan yang merugikan masyarakat luas.
"Kepada seluruh stakeholder daerah kami mengajak semua OPD/ Forkopimda Bengkalis untuk segera berkolaborasi mencari solusi, guna mengembalikan kepercayaan publik atas pelayanan Ro-Ro Bengkalis dan segera menangani praktek freeepass di Roro Bengkalis," harapnya.
Ia juga mendorong penyedia jasa ro-ro untuk beroperasi di lintasan Air Putih-Sungai Selari/Sungai Selari-Air Putih dengan aman tanpa ada praktek intimidasi. Juga mendesak kepada DPRD kabupaten Bengkalis untuk menggunakan hak-haknya (interpelasi, angket dan menyampaikan pendapat), kepada Bupati Bengkalis untuk segera menyelesaikan persoalan penyeberangan Ro-Ro Bengkalis serta mengganti Kadishub Bengkalis dan membentuk Satgas penanganan atas permasalahan Ro-Ro Bengkalis.
Oleh karena itu, PC PMII Kabupaten Bengkalis berharap, agar imbauan dan tuntutan ini dapat ditindaklanjuti oleh semua pihak, terkait demi kepentingan masyarakat bengkalis dan kelancaran operasional penyebrangan Ro-Ro Bengkalis.(ksm)
Editor : Edwar Yaman