Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Persoalan Ro-Ro Bengkalis Jadi Pembahasan Serius di Rakor Forkopimda dan Tokoh Masyarakat

Abu Kasim • Selasa, 16 September 2025 | 14:16 WIB
Bupati Bengkalis Kasmarni memberikan penjelasan terkait pelayanan Ro-Ro Bengkalis.
Bupati Bengkalis Kasmarni memberikan penjelasan terkait pelayanan Ro-Ro Bengkalis.

BENGKALIS (RIAUPOS CO) – Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat Kabupaten Bengkalis, didominasi pembahasan mengenai persoalan transportasi penyeberangan Roll On Roll Off (Ro-Ro) Bengkalis–Sungai Pakning di Aula Kantor Bupati Bengkalis, Senin (15/9/2025).

Dalam rakor itu berbagai masukan, saran dan harapan disampaikan sejumlah tokoh. Di antaranya Ketua DPH LAMR Bengkalis Datuk Syaukani Al Karim, Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Bengkalis, Asep Setiawan, serta Wakil Ketua I Bidang Pendidikan IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dr Jarir M.Ag.

Sejumlah tokoh ini menitipkan pesan dan harapan yang bermuara untuk penyelenggaraan pelayanan jasa transportasi, sebagai urat nadi masyarakat ini dapat berlangsung sebaik mungkin.

Bupati Bengkalis Kasmarni menegaskan, bahwa saat ini pelayanan ro-ro sudah menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Dengan beroperasinya tiga armada, arus penyeberangan dinilai semakin lancar dan kondusif dibanding sebelumnya.

Alhamdulillah, pelayanan ro-ro kita kini sudah jauh lebih baik. Tiga armada sudah aktif beroperasi, sehingga penyeberangan bisa berjalan lebih lancar dan terkendali. Kondisi ini adalah buah dari upaya yang kita lakukan bersama,” jelas Kasmarni.

Kasmarni juga menekankan, bahwa permasalahan ro-ro tidak sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah, melainkan juga menjadi kewenangan pemerintah pusat. Untuk itu, sinergi lintas pihak menjadi kunci agar pelayanan ro-ro terus membaik.

“Masalah ro-ro ini bukan hanya kewenangan daerah, tapi juga kewenangan pusat. Karena itu kita perlu sinergi dan koordinasi berkelanjutan agar pelayanan kepada masyarakat bisa semakin baik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kasmarni menegaskan komitmen Pemkab Bengkalis untuk selalu terbuka menerima kritik, saran, dan masukan dari masyarakat maupun stakeholder. Menurutnya, kritik yang membangun adalah energi positif untuk perbaikan.

“Pemerintah daerah tidak pernah menutup diri terhadap kritik. Justru dengan kritik dan masukan, kami bisa terus berbenah, memperbaiki kekurangan, dan menghadirkan pelayanan yang semakin baik untuk masyarakat Kabupaten Bengkalis,” tegas Kasmarni.

Dengan nada menyejukkan, Bupati Kasmarni juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana yang kondusif dalam setiap pelayanan publik.

“Mari kita saling memahami, saling bersabar, dan bergotong royong menjaga kenyamanan bersama. Dengan kebersamaan, semua persoalan akan lebih mudah kita hadapi, termasuk dalam pelayanan ro-ro yang menjadi kebutuhan masyarakat kita,” ajaknya.

Bupati Bengkalis Kasmarni juga menekankan kepada Kepala Dinas Perhubungan untuk segera melakukan evaluasi internal terhadap oknum petugas yang kerap memfasilitasi praktik penerobosan antrean.

"Kita sudah sangat sungguh-sungguh berupaya memberikan pelayanan prima terhadap jasa transportasi RoRo ini, tetapi masih ada oknum petugas yang justru menjadi pengacau. Jadi kepada Kadis Perhubungan, jangan biarkan oknum itu merusak sistem. Jangan malah takut, karena yang menggaji mereka adalah daerah," tegas Kasmarni.

Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen memperbaiki pelayanan RoRo, namun diperlukan peran serta semua pihak untuk membudayakan tertib antrean.

"Kita akan tetap berupaya maksimal menindaklanjuti setiap masukan dan saran dari berbagai pihak. Namun, kita juga berharap kesadaran bersama agar budaya antri dapat dijaga dalam menggunakan jasa transportasi ro-ro," ujarnya.

Bupati Bengkalis juga meminta agar oknum-oknum yang menjadi 'joki' penerobos antrean agar menghentikan kebiasaan tersebut. Menurutnya, hal itu sangat meresahkan masyarakat dan akan berakibat menimbulkan amarah pengguna jasa transportasi lainnya.

 

"Pemerintah daerah tentu sangat ingin ekonomi Bengkalis tumbuh dengan baik. Maka kita sangat meminta kesadaran dari semua pihak untuk tidak menggunakan kewenangan atau kekuasaan dalam melakukan praktik menerobos antrian RoRo. Karena semua masyarakat kita yang menggunakan jasa transportasi ini memiliki tujuan dan kepentingan masing-masing juga. Mohon jangan ada lagi yang menjadi oknum backing mem-backing untuk menerobos antrian," pinta Bupati Bengkalis.

Bupati Kasmarni juga sangat bertekad untuk mengupayakan pelayanan RoRo ini dapat berjalan dengan stabil dan sesuai harapan masyarakat.

"Melalui pertemuan koordinasi seperti tentu sangat banyak yang dapat kita peroleh untuk Kabupaten Bengkalis yang lebih baik, menuju kabupaten yang Bermarwah, Maju dan Sejahtera, serta Unggul di Indonesia,"jelasnya.(ksm)

 

Editor : Edwar Yaman
#ro-ro #bupati bengkalis #Rakor Forkopimda #kasmarni #pembahasan serius