BENGKALIS (RIAUPOS CO) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis. Salah satu kunci penting dalam memperlancar akses layanan kesehatan adalah tersedianya data kependudukan yang valid, sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses jaminan kesehatan.
Sebagai bentuk komitmen itu, Direktur RSUD Bengkalis, Azahari Effendi bersama Kepala Disdukcapil, Ismail, menandatangani perjanjian kerja sama pemanfaatan data kependudukan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bengkalis, Rabu (24/9/2025).
Perjanjian kerja sama ini telah mendapat persetujuan dari Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri. Direktur RSUD Bengkalis, Azahari Effendi menyampaikan, harapan besar agar kerja sama ini dapat berjalan optimal.
“Ya, kerja sama ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan verifikasi dan validasi data calon pasien maupun pasien di RSUD Bengkalis. Dengan data yang akurat, kami dapat memberikan pelayanan tanpa kendala administrasi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Bengkalis, Ismail menegaskan, bahwa pemanfaatan data kependudukan akan sangat membantu RSUD dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat dan tepat.
“Melalui kerja sama ini, RSUD dapat secara langsung mengakses data kependudukan yang valid. Selain itu, kami juga mendukung pelayanan penerbitan dokumen kependudukan, khususnya akta kelahiran bagi bayi yang lahir di RSUD Bengkalis,” jelasnya.
Ismail menerangkan, mekanisme pelayanan penerbitan akta kelahiran di RSUD Bengkalis yang dilakukan secara praktis dan efisien. Petugas RSUD yang ditunjuk akan mengirimkan data serta dokumen yang diperlukan secara online kepada Disdukcapil untuk diproses. Setelah akta kelahiran terbit, dokumen tersebut langsung diserahkan kepada keluarga bayi.
“Kami melihat manfaatnya sangat besar, karena anak dapat segera memiliki identitas resmi dan otomatis memiliki akses terhadap berbagai layanan publik sejak dini,” jelasnya.(ksm)