BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Melalui Program Matching Fund (MF), hasil kolaborasi antara Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Bengkalis, mengembangkan teknologi irigasi IoT dan bajak mini untuk memajukan pertanian di Kabupaten Bengkalis.
Hingga pertengahan Oktober, pelaksanaan kegiatan telah mencapai sekitar 75 persen dan ditargetkan, siap untuk diseminasi kepada kelompok mitra pada awal November mendatang.
Program Transformasi Pertanian Menuju Swasembada Pangan. Pembinaan dan Teknologi bagi Kelompok Petani Kabupaten Bengkalis, dilaksanakan di tiga lokasi kelompok tani, yakni Desa Deluk, Kecamatan Bantan, Kecamatan Siak Kecil dan Kecamatan Mandau.
Fokus utama kegiatan meliputi pengembangan dan penerapan alat Teknologi Tepat Guna (TTG), berupa sistem irigasi berbasis Internet of Things (IoT) dan bajak mini inovatif.
"Ya, kalau sistem irigasi IoT dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengairan sekaligus memudahkan proses pemantauan lahan secara digital, sedangkan bajak mini ditujukan bagi lahan kecil dan menengah agar proses pengolahan tanah menjadi lebih efektif dan hemat tenaga," ujar Ketua Tim Pengusul Polbeng Abdul Gafur, Selasa (21/10/2025).
Ia menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata Polbeng, dalam mendorong penerapan teknologi di sektor pertanian lokal.
“Kami berkomitmen menghadirkan solusi berbasis teknologi yang langsung bisa dimanfaatkan oleh petani. Melalui sistem irigasi berbasis IoT dan bajak mini, kami berharap produktivitas pertanian dapat meningkat, sekaligus menghemat waktu dan tenaga kerja di lapangan,” ujarnya.
Selain dosen dan mahasiswa, kegiatan ini juga melibatkan Tim Posyantek Kecamatan Bengkalis yang berperan dalam pendampingan teknis dan pelatihan penggunaan alat.
"Kolaborasi lintas sektor ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis inovasi teknologi," ujarnya.
Sedangkan Ketua Kelompok Tani Desa Deluk, Sanusi juga menyampaikan, apresiasi atas inisiatif dan dukungan teknologi yang diberikan melalui program ini.
“Kami sangat terbantu dengan adanya sistem irigasi digital ini. Biasanya penyiraman dan pengecekan lahan dilakukan manual, tapi sekarang jadi lebih mudah dan efisien. Kami juga menantikan pemanfaatan bajak mini untuk mendukung pengolahan lahan kami,” jelasnya.
Menurutnya, dengan progres yang berjalan lancar, tim pelaksana optimistis seluruh rangkaian kegiatan dapat selesai tepat waktu dan siap diseminasi kepada kelompok mitra pada awal November 2025. Program ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi transformasi pertanian berbasis teknologi di Kabupaten Bengkalis.(ksm)
Editor : Edwar Yaman