Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

WBP Kelas IIA Bengkalis Dapat Pelatihan Budidaya Ayam Petelur, Kalapas Priyo Tri Laksono Sampaikan Pesan Ini

Abu Kasim • Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:45 WIB
Kalapas Priyo Tri Laksono bersama timnya meninjau lokasi peternakan ayam yang sudah dimiliki Lapas Bengkalis, Rabu (22/10/2025).
Kalapas Priyo Tri Laksono bersama timnya meninjau lokasi peternakan ayam yang sudah dimiliki Lapas Bengkalis, Rabu (22/10/2025).

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Warga Binaan Pemasangan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis mendapat pelatihan budidaya ayam petelur sebagai bagian dari program ketahanan pangan di Lapas Bengkalis, Rabu (22/10).

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono menyampaikan, antusiasme WBP terhadap kegiatan ini sangat baik. Pihaknya menekankan pentingnya sinergi antara Lapas dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Bengkalis, agar program pembinaan berjalan optimal.

"Tentunya peran serta dari pemerintah, terutama pemerintah daerah, sangat penting. Kami dari Lapas Kelas IIA Bengkalis tidak akan bisa bekerja sendiri," terangnya.

Priyo mengatakan, dengan adanya sinergi ini, diharapkan warga binaan yang juga merupakan warga Bengkalis bisa memiliki keterampilan, sehingga ketika mereka nanti bebas bisa dijadikan bekal untuk hidupnya.

Pelatihan yang berlangsung selama kurang lebih lima hari ini akan mengajarkan warga binaan berbagai aspek. Mulai dari pembuatan kandang, perawatan, hingga proses panen.

Priyo berpesan, kepada para peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan baik dan penuh kedisiplinan, meski waktunya singkat namun ilmu yang didapat harus maksimal.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program pembinaan kemandirian yang telah berjalan sebelumnya.
Pelatihan peternakan ayam petelur dipilih karena dinilai mudah, murah, dan ramah lingkungan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Bengkalis, Suhairi menawarkan bantuan baik fisik maupun pembinaan, jika Lapas membutuhkan.

"Untuk ayam petelur, sebenarnya kita tidak perlu banyak-banyak dulu. Kami berharap dengan 10 atau 20 ekor saja, kita bisa memulai. Kalau 10 ekor bisa 7 butir telur per hari. Kebutuhan protein hewani terpenuhi," jelas Suhairi.

Ia juga menekankan, bahwa peternakan ayam petelur skala kecil sangat mungkin dilakukan di lahan yang tidak terlalu luas, seperti halaman yang dimiliki Lapas Bengkalis. Hal ini dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk meningkatkan ekonomi mereka.(ksm)

 

Editor : Edwar Yaman
#warga binaan pemasyarakatan #WBP Kelas IIA Bengkalis #kalapas bengkalis