BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Dalam upaya menurunkan stunting, Pemkab Bengkalis mendorong sinergi lintas sektor untuk memperkuat intervensi spesifik dan sensitif, guna menekan prevalensi stunting serta mencapai target nasional sesuai arahan Presiden RI.
"Ingat, ini sangat penting dan strategis, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan generasi Kabupaten Bengkalis yang sehat, kuat, cerdas, dan berkualitas. Makanya pengendalian kasus stunting ini tidak bisa dilakukan secara individu melainkan kerja bersama," ujar Staf Ahli Bupati Johansyah Syafri, usai Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting di Ruang Rapat Hang Tuah Kantor Bupati Bengkalis, Senin (08/12/2025).
Ia menyebutkan, fokus pembahasan diarahkan pada pemantapan data sasaran, pelaksanaan program prioritas, dan evaluasi progres di lapangan.
Johansyah Syafri juga menekankan, bahwa stunting bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan masalah pembangunan sumber daya manusia.
"Pencegahan stunting tidak hanya tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi memerlukan pendekatan holistik dari seluruh pemangku kepentingan," jelas Johan.
Menurutnya, Pemkab Bengkalis telah dan akan terus melaksanakan berbagai langkah strategis, antara lain penguatan data dan pemetaan keluarga berisiko stunting, termasuk validasi oleh kader dan puskesmas.
"Melalui rapat koordinasi ini, kami berharap dapat menyamakan persepsi dan membuat langkah strategis untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Bengkalis," jelasnya.
Editor : M. Erizal