Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pagelaran Budaya Sakai Riau untuk Pelestarian Adat

Abu Kasim • Selasa, 9 Desember 2025 | 12:20 WIB

 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bengkalis, H Toharudin saat di sambut dengan adat dan penampilan tari tradisional Sakai yang disaksikan para tokoh adat, panitia, dan masyarakat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bengkalis, H Toharudin saat di sambut dengan adat dan penampilan tari tradisional Sakai yang disaksikan para tokoh adat, panitia, dan masyarakat.

MANDAU (RIAUPOS.CO) – Pagelaran Budaya Sakai Riau di Rumah Adat Melayu Sakai Riau, Kecamatan Mandau yang dirangkai dengan pameran dan bazar UMKM kerajinan tangan masyarakat Sakai adalah untuk pelestarian adat dan budaya serta membantu ekonomi masyarakat melalui UMKM.

Pagelaran yang digagas oleh Debalag Sakai Riau dari kawasan Bathin 8 dan Bathin 5, menjadi wadah penting untuk memperkuat identitas budaya, mempromosikan ekonomi kreatif, serta memperluas pasar produk kerajinan lokal.

"Kami memberikan apresiasi kepada Debalag Sakai Riau atas konsistensinya menjaga, merawat, dan memajukan budaya Sakai. Kami berharap pagelaran seperti ini terus berlanjut dari tahun ke tahun," ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis, H. Toharudin, Selasa (9/12/2025).

Ia menegaskan, bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang seni dan adat, melainkan juga sarana pemberdayaan masyarakat dan penguatan UMKM khas Sakai.

"Suku Sakai adalah bagian penting dari mozaik kebudayaan Bengkalis dan Riau. Warisan budaya, nilai adat, bahasa, seni tari, musik, dan kerajinan tangan mereka harus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda," ungkapnya.

Ia mengajak untuk saling bergandengan tangan, menjaga kelestarian adat sekaligus memperkuat ekonomi keluarga berbasis UMKM budaya.

"Budaya adalah jati diri, dan ekonomi adalah energi kehidupan. Keduanya harus berjalan seiring," harapnya.

Melalui pagelaran ini, pemerintah berharap muncul rasa bangga terhadap budaya Sakai, peningkatan kreativitas pelaku UMKM, kecintaan generasi muda terhadap identitas budaya, serta peluang pasar yang lebih luas. Pemerintah juga berharap kegiatan ini berkembang menjadi festival budaya yang lebih besar nanti.

Toharudin mengucapkan terima kasih kepada panitia, tokoh adat, pelaku UMKM, dan semua pihak yang berkontribusi.

Pagelaran ditutup dengan berbagai penampilan khas budaya Sakai seperti tarian tradisional, musik gondang, pameran alat tradisional, dan bazar UMKM, serta mendapatkan antusiasme besar dari masyarakat Mandau dan sekitarnya.

Editor : M. Erizal
#pameran #Pagelaran Budaya #sakai #Pelestarian Adat