BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Kondisi penyeberangan Ro-Ro Bengkalis saat ini sangat dikeluhkan masyarakat, baik yang akan meninggalkan Pulau Bengkalis maupun yang datang ke Bengkalis.
Kondisi ini dinilai sangat parah dan meresahkan masyarakat. Pasalnya menjalang akhir pekan dan memasuki hari raya natal dan tahun baru (Nataru) 2026, antrian panjang kendaraan bermotor dan orang mewarnai penyeberangan ro-ro sejak pekan lalu.
Tidak hanya dilayani satu kapal, kondisi dermaga 1 Sungai Selari-Pakning juga masih dalam proses perbaikan, sehingga kondisi itu menambah deretan panjang penderitaan masyarakat di Pulau Bengkalis.
"Sudah dua hari mengantre sampai saat ini belum bisa menyeberang. Kondisi ini sangat kami sayangkan, karena tidak hanya segi waktu kami juga sangat dirugikan karena harus cuti kerja," keluh Yandi, salah seorang warga Bengkalis yang mengaku sudah dua hari mobilnya parkir di dermaga air putih Bengkalis.
Ia berharap, Pemkab Bengkalis segera mencarikan solusi atas kendala ini. Karena yang dirugikan masyarakat yang terkendala oleh penyeberangan yang tak jelas kapan jadwal penyeberangannya.
Sementara itu, kondisi penyeberangan Pelabuhan Roro Air Putih menuju Sungai Selari sampai Rabu (17/12/2025), masih dilayani oleh satu kapal, yakni KMP Swarna Putri. Kapal tersebut beroperasi sejak pagi hingga malam hari, untuk melayani pengguna jasa yang terus menumpuk di Pelabuhan Air Putih dan Sungai Selari.
Sedangkan Manager PT Jembatan Nusantara Bengkalis, Muhammad Irfandi, juga menyampaikan, bahwa operasional satu kapal tersebut dilakukan secara maksimal, meski idealnya kapal membutuhkan waktu istirahat (jadwal docking/jeda operasional) demi menjaga kondisi dan keselamatan kapal.
“Ya, kami sebenarnya harus memberikan waktu jeda operasional untuk menjaga kapal agar tidak rusak. Namun dengan kondisi saat ini yang hanya dilayani satu armada, jeda tersebut belum bisa kami lakukan,” ujar Irfandi.
Ia berharap, kapal-kapal lain seperti KMP Permata Lestari, KMP Mutiara Pertiwi, dan KMP Bahari Nusantara dapat segera kembali masuk lintasan. Namun saat ini kapal-kapal tersebut masih berada di lokasi docking, dan khusus KMP Mutiara Pertiwi tengah menjalani proses perbaikan.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah juga mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dan mencari solusi untuk membantu kelancaran penyeberangan masyarakat dari Pulau Bengkalis ke daratan Sumatera maupun sebaliknya.
“Kami terus berupaya bersama seluruh pihak terkait agar pelayanan penyeberangan tetap berjalan, meskipun dalam kondisi keterbatasan armada,” jelasnya.
Ardiansyah menyebutkan, terkait KMP Mutiara Pertiwi, saat ini masih dalam proses perbaikan dan diupayakan akan dipercepat perbaikannya. Onderdil yang rusak telah dipesan dari Jakarta dan dijadwalkan sampai di Bengkalis pada hari ini (Rabu) yang sama dan langsung dipasang.
“Informasi dari pihak perusahaan, alat sudah dipesan di Jakarta dan akan dikirim ke Pekanbaru. Proses pemasangan diperkirakan memerlukan satu hari, sehingga kapal Mutiara Pertiwi ditargetkan kembali beroperasi Kamis petang atau Jumat pagi,” jelasnya.
Atas kondisi tersebut, pihak Dinas Perhubungan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan dan mengimbau masyarakat untuk tetap tertib mengikuti antrean, meskipun dalam situasi yang cukup sulit.
Selain itu, Bupati Bengkalis Kasmarni juga meminta Dinas Perhubungan untuk mempersiapkan secara maksimal layanan penyeberangan menghadapi angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Diperkirakan akan ada empat armada yang melayani, yakni KMP Swarna Putri, KMP Mutiara Pertiwi, KMP Bahari Nusantara, serta satu kapal tambahan yang dijadwalkan tiba di Bengkalis pada pekan depan.
Sementara untuk KMP Permata Lestari, perbaikan kapal saat ini telah memasuki tahap akhir pemasangan lantai bawah dan diperkirakan selesai dalam satu minggu ke depan.(ksm)
Editor : Edwar Yaman