BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Hari keempat, pascakebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seluas 2 hektare (ha) di Sukajadi RT09/RW05 Dusun Teluk Kumbang Desa Sukarjo Mesim Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, tim Satgas Kahutla masih intensif melakukan pendinginan api, Senin (26/1/2026) pagi.
"Ya, pendinginan api lanjutan Karhutla sampai pagi ini (Senin) sudah selesai kita laksanakan. Namun kami tetap waspada jika nanti api timbul kembali, karena lokasi yang terbakar ini merupakan lahan gambut," ujar Kapolsek Rupat, AKP Faisal SH, Senin (26/1/2026).
Ia menyebutkan, luas lahan yang terbakar lebih kurang 2 hektare. Di mana kondisi lahan yang terbakar merupakan semak belukar, kebun sawit. Bahkan kondisi lahan yang terbakar masih berasap. Karena jenis tanah gambut dangkal, ditambah lagi tiupan angin kencang berubah arah, dengan kondisi cuaca panas.
Ia menyebutkan, dari lokasi yang terbakar pihaknya sudah mengantongi nama pemilik lahan, yakni Sulasdi (38) warga Jalan Lestari RT 07 RW 04 Desa Sukarjo Mesin. Nurul Akmal (36) warga Jalan Nelayan Darat RT 06 RW 03 Desa Sukarjo Mesim Kecamatan Rupat.
"Untuk penyebab Karlahut dari penyelidikan awal, diduga ulah pencari madu yang membakar sarang madu, sehingga menyebabkan kebakaran hutan," jelasnya.
Faisal menyebutkan, untuk tindakan kepolisian yang telah dilakukan, diantaranya sudah mendatangi TKP, melakukan cek TKP, melakukan upaya pendinginan, dokumentasi serta mencatat saksi-saksi.
Sedangkan untuk pemadaman dan pendinginan api Karhutla melibatkan dirinya dan 6 lersonel Polsek Rupat, Koramil 04 Rupat 4 Personil, BPBD Kecamatan Rupat sebanyak 5 personil, RPK PT SRL sebanyaj 15 personil, MPA Desa Sukarjo Mesim sebanyak 6 Orang. Satpol PP Kecamatan 4 orang, masyarakat 20 orang dan petugas damkar kecamatan sebanyak 5 orang.
"Lokasi kebakaran ini terjadi di dalam satu hamparan lahan di Jalan Sukajadi, Desa Sukarjo Mesim Kecamatan Rupat, dengan kondisi terakhir lahan terbakar sudah padam dan sudah berhasil dilokalisir. Namun masih berasap yang berpotensi munculnya api kembali, hal ini disebabkan angin masih bertiup kencang dan berubah arah," jelasnya.
Ia juga mengatakan, karena lokasinya sangat luas untuk sumber air, hanya mengandalkan dari kanal kebun masyarakat. Makanya tim saat ini masih melakukan pendinginan ditempat lokasi terbakar untuk memastikan tidak muncul api kembali.
"Personil Polsek Rupat tetap melakukan koordinasi dengan pihak Desa Sukoarjo Mesim dan instansi terkait. Pada saat proses pendinginan tidak terdapat korban jiwa dan akan dilanjutkan pembuatan embung dengan menggunakan 1 unit alat berat dilokasi Karhutla," jelasnya.
Ia juga mengatakan, sampai saat ini pendinginan masih lanjut dilaksanakan dan saat ini 5 titik hot spot yang muncul di aplikasi DLK telah di verifikasi dan situasi aman. Di samping itu pihaknya juga melakukan upaya mitigasi percepatan pemadaman dan pendinginan dengan menggunakan 1 unit alat berat untuk membuat sekat api, embung dan kanal.
"Kami berharap agar masyarakat sama-sama menjaga daerah kita yang sangat rawat kebakaran dan masyarakat jangan membakar hutan dan lahan untuk membuka perkebunan," harapnya.
Editor : M. Erizal