BANTAN (RIAUPOS.CO) -- Rombongan Global Mangrove Alliance (GMA) Indonesia Chapter antar negara melihat secara langsung keindahan hutan mangrove di Desa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Bengkalis.
Kehadiran rombongan GMA Indonesia Chapter ini, merupakan rangkaian lanjutan kegiatan kunjungan Lokal Karya, Pertukaran Pembelajaran Perlindungan dan Rehabilitasi Mangrove dalam Mendukung Country Proposition Indonesia di Bengkalis dan Desa Teluk Pambang.
Camat Bantan Rafli Kurniawan yang menyambut kedatangan rombongan GMA Indonesia Chapter di Desa Teluk Pambang menyebut menjadi suatu kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat di sini, terutama kelompok masyarakat peduli mangrove. Artinya upaya pelestarian mangrove di sini tidak sia-sia, bahkan menjadi sorotan di kancah internasional.
Terbukti, Pulau Bengkalis dan Desa Teluk Pambang menjadi Lokasi Pembelajaran Konservasi Mangrove level Internasional. Setidaknya saat ini telah hadir empat negara datang ke Teluk Pambang, melakukan pertukaran pembelajaran tentang konservasi mangrove.
"Artinya daerah kita menjadi sorotan di mata dunia, terutama di bidang konservasi mangrove yang dilakukan oleh LPHD Desa Teluk Pambang. Kami sangat mengapresiasi dan terima kasih kepada Bapak Mangrove Teluk Pambang Pak Samsul Bahri atas istiqomahnya melakukan perlindungan dan rehabilitasi mangrove selama 25 tahun. Semoga kedepan kita berharap muncul regenerasi seperti Atuk Samsul ini," ungkap Rafli.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran dukungan Pemerintah Kabupaten, kecamatan dan desa, serta kelompok mangrove desa, yang terus berkomitmen melakukan rehabilitasi dan perlindungan mangrove.
Hal senada diungkapkan Pj Kepala Desa Teluk Pambang Sariyono. Ia mengucapkan terima kasih atas kunjungan rombongan GMA Indonesia Chapter di Desa Teluk Pambang.
"Terima kasih telah menunjuk tempat kami sebagai tempat pertukaran pembelajaran perlindungan dan rehabilitasi mangrove. Terima kasih juga kepada pihak YKAN atas bimbingannya selama ini," jelasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Teluk Pambang Samsul Bahri, tidak banyak bicara. Pada kesempatan tersebut, dirinya sangat terharu dan bangga atas kehadiran rombongan GMA Indonesia Chapter antar negara. Bagi dirinya suatu kehormatan dan kebanggaan yang selama 25 tahun ia dinantikan.
"Hari ini saya sangat senang sekali dan terharu, saya merasa mimpi atas kehadiran rombongan GMA Indonesia Chapter antar negara di sini. Semoga usaha selama 25 tahun di bidang perlindungan dan rehabilitasi mangrove di usia senja saya ini tidak menjadi sia-sia. Saya ingin ada regenerasi menjadi penerus untuk menjaga hutan mangrove," ujarnya.
Sedangkan perwakilan rombongan GMA Indonesia Chapter Mr Dominic Charles Jhon Wodehouse menyampaikan, apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis, terkhusus Pemerintah Desa Teluk Pambang yang telah menyambut baik dan hangat kehadirannya.
"Kami sangat terhormat atas layanan dan penyambutan masyarakat di sini, begitu sopan dan santun. Kami juga mengucapkan terima atas jamuan sarapan dengan makanan khas lokal, kemudian kami juga merasa terhormat disambut dengan adat istiadat budaya masyarakat di sini," ucap Mr Dom.
Menurut Mr Dom, hasil dari pengamatan di lapangan bahwa Desa Teluk Pambang merupakan salah satu konservasi mangrove terbaik di Indonesia, yang memiliki keragaman potensi dari magrove. Maka hari ini kami tertarik datang ke sini melihat langsung di lapangan.
"Kita hari ini bisa melihat langsung tempat-tempat yang telah dijadikan wilayah konservasi mangrove. Selain itu kita juga melihat hasil karya lokal dan kerajinan masyarakat disini begitu unik. Nantinya hasil kunjungan dan pertukaran pembelajaran ini akan menjadi bahan diskusi kita di tingkat Global Mangrove Aliance Indonesia Chapter," ujar Mr Dom.
Kegiatan kunjungan Lokal Karya, Pertukaran Pembelajaran Perlindungan dan Rehabilitasi Mangrove dalam Mendukung Country Proposition Indonesia di Bengkalis dan Desa Teluk Pambang ini, berakhir dengan kunjungan di sejumlah titik konservasi mangrove.
Editor : Rinaldi