Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KPPP SDM Kemenhut Dorong Lulusan SMK Bekerja di Sektor Kehutanan 

P
Penulis: Prapti Dwi Lestari❯
Kepala Pusat Perencanaan Pengembangan SDM Kementerian Kehutanan Dr U Mamat Rahmat SHut MP menyematkan mendali kepada lulusan SMK Kehutanan Pekanbaru, Rabu (13/5/2026). Foto Prapti Dwi Lestari
Kepala Pusat Perencanaan Pengembangan SDM Kementerian Kehutanan Dr U Mamat Rahmat SHut MP menyematkan mendali kepada lulusan SMK Kehutanan Pekanbaru, Rabu (13/5/2026). Foto Prapti Dwi Lestari

Advertisement

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Kepala Pusat Perencanaan Pengembangan SDM Kementerian Kehutanan Dr U Mamat Rahmat SHut MP, mendorong lulusan SMK Kehutanan untuk bekerja di sektor kehutanan.

Langkah ini dilakukan guna mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan profesional dalam pengelolaan hutan lestari. "Ini menjadi langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknis kehutanan guna menjaga kelestarian hutan. Apalagi di Indonesia SMK Kehutanan hanya ada 5 dan salah satunya ada di Pekanbaru," ucapnya usai menghadiri Purnawiyata kelulusan siswa angkatan XV tahun ajaran 2025/2026, bersama Kepala SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Slamet Supriyadi, Rabu (13/5/2026).

Dikatakan Mamat Rahmat, Kementerian Kehutanan memiliki 5 SMK Kehutanan di seluruh Indonesia. Pekanbaru untuk region Sumatera, Kadipaten untuk region Jawa, Makasar untuk region Sulawesi, Samarinda untuk region Kalimantan, dan Manokwari untuk region Papua. 

Untuk semua sekolah tersebut, biaya keseluruhan ditanggung oleh negara. Namun sebagian dari mereka yang lulus ada direkrut menjadi Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Pada tahun ini, ada 40 orang yang direkrut untuk menjadi MMP. Kemudian ada juga yang direkrut Asosiasi Perusahaan Hutan Indonesia (APHI) sebanyak 16 orang.

Advertisement

Kemudian ada yang direkrut untuk persemaian permanen di Solok dan Bukittinggi sebanyak 4 orang, serta ada 1 yang mendapatkan jalur prestasi dengan masuk ke IPB, dan sisanya ke perguruan tinggi di Sumatera.

Selain itu, lulusan SMK Kehutanan juga di dorong untuk mengikuti CPNS seperti di Polhut, Pengendali Ekosistem Hutan, Penyuluh Kehutanan, Manggala Agni, dan bahkan juga CPNS di pemerintah daerah.

"Meski banyak pilihan pekerjaan, namun kami tetap berharap mereka bekerja tetap di sektor kehutanan. Karena dengan kemampuan mereka, diharapkan kehutanan di Indonesia ini semakin membaik. Karena kita punya sumber daya alam yang begitu luas, kalau tidak dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan punya daya saing yang tinggi hutan tidak akan bagus," tuturnya.

Semetara itu, Kepala SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Slamet Supriyadi, mengatakan bahwa pada tahun ajaran 2025/2026 ini ada 101 siswa yang lulus. Mereka berasal dari dua jalur utama yakni jalur reguler dan jalur khusus.

Dimana, untuk jalur reguler itu merupakan siswa yang tamat dari SMP ataupun MTs. Sedangkan untuk jalur khusus, mereka yang tamat dari SMP atau MTs namun berasal dari kelompok tani hutan dan keluarga kawasan penyangga konservasi.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Ancaman Pidana untuk  Alih Fungsi Bekas Karhutla

Ancaman Pidana untuk Alih Fungsi Bekas Karhutla

Satgas PKH ingatkan kawasan hutan terdampak karhutla dilarang alih fungsi dan wajib direboisasi. Polri tetapkan 11 korporasi dan 223 tersang

1.339 Titik Panas Tersebar di Sumatera Menhut: Sudah Tinggal Asap,  Tetap Waspada

1.339 Titik Panas Tersebar di Sumatera Menhut: Sudah Tinggal Asap, Tetap Waspada

Karhutla di Riau capai 16 ribu ha dan picu udara tidak sehat, Menhut tinjau penanganan lahan gambut di Pelalawan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer