PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Memasuki hari keenam, tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Pertanian, Desa Damai, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Rabu (11/2/2026).
Operasi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu melibatkan unsur Polri, TNI, BPBD, pemadam kebakaran, Dinas Perhubungan, perangkat desa, serta masyarakat setempat.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, kebakaran pertama kali terdeteksi pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di lahan milik masyarakat.
"Lokasi berada di koordinat 1.459170 LU dan 102.208468 BT. Hingga hari keenam, luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 15 hektare," ujar Kombes Pandra.
Ia merinci, sekitar 5 hektare lahan terbakar pada awal kejadian dan bertambah sekitar 10 hektare pada hari-hari berikutnya. Dari total tersebut, sekitar 7 hektare telah padam, sedangkan 8 hektare masih dalam proses pendinginan karena masih mengeluarkan asap.
Menurutnya, medan yang didominasi hutan dan semak belukar dengan vegetasi paku-pakuan serta pepohonan mahang menyulitkan proses pemadaman. Selain itu, terdapat lahan olahan masyarakat yang ditanami karet dan kelapa sawit. Kondisi tanah gambut kering serta minimnya ketersediaan air di parit dan embung menjadi kendala utama di lapangan.
Sebanyak 69 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut, terdiri atas BPBD Kabupaten Bengkalis, Damkar Bengkalis, Masyarakat Peduli Api desa, Polsek Bengkalis, TNI, Dinas Perhubungan, serta masyarakat.
Peralatan yang digunakan antara lain mesin mini stretcher, mesin robin, nozel, selang 1,5 inci, jet pump, serta kendaraan operasional roda empat.
Ia menjelaskan, berbagai langkah penanganan telah dilakukan, mulai dari respons cepat menuju lokasi saat awal kejadian, pemetaan potensi kerawanan, pengumpulan bahan keterangan terhadap saksi dan pemilik lahan, pemantauan sebaran api menggunakan drone, identifikasi sumber air, hingga penerapan pola blokade untuk mencegah api meluas.
"Hingga sore hari, personel masih melakukan blokade titik api. Minimnya sumber air menjadi kendala utama, namun hujan dengan intensitas sedang membantu proses pemadaman. Secara umum api sudah padam, meski masih terdapat sisa asap di beberapa bagian lahan," jelasnya.
Sekitar pukul 16.30 WIB, kegiatan pemadaman dihentikan sementara karena kondisi mulai gelap dan keterbatasan air. Operasi akan dilanjutkan kembali keesokan harinya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan kondusif. Penyebab kebakaran serta dugaan pelaku masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Editor : Rinaldi