Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Luas Lahan Terbakar Jadi 130,1 Ha, Karhutla di 18 Titik di Bengkalis Masih Dalam Kondisi Pendinginan

Abu Kasim • Jumat, 13 Februari 2026 | 14:20 WIB
Kebakaran lahan di Desa Damai, Kecamatan Bengkalis makin membesar akibat tiupan angin kencang dan lahan gambut yang kering, Kamis (12/2/2026).
Kebakaran lahan di Desa Damai, Kecamatan Bengkalis makin membesar akibat tiupan angin kencang dan lahan gambut yang kering, Kamis (12/2/2026).

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Di sejumlah titik lokasi kebakaran di Kabupaten Bengkalis, secara umum para petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di 10 kecamatan, dengan jumlah titik api sebanyak 18 hotspot dengan luas lahan mencapai 130,1 hektare, Kamis (12/2/2026) pukul 17.00 WIB.

Bahkan memasuki hari ketujuh, karhutla di Jalan Pertanian, Desa Damai, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, masih belum mampu ditangani oleh petugas.

Kebakaran pertama kali diketahui terjadi sejak Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di lahan milik masyarakat dengan titik koordinat 1.459170 N dan 102.208468 E. Hingga hari keenam, total luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 15 hektare.

Ps Kapolsek Bengkalis Iptu Hendro Wahyudi memperkirakan, lahan yang terbakar seluas 15 hektare, 7 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.

Sementara 8 hektare lainnya masih dalam tahap pendinginan karena masih mengeluarkan asap. Pihaknya bersama tim gabungan terus berupaya semaksimal mungkin agar api tidak kembali meluas.

“Kami bersama tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan serta membuat blokade untuk mencegah api merambat ke lahan lain. Kendala utama di lapangan adalah minimnya sumber udara karena kondisi lahan gambut yang kering,” jelas Iptu Hendro.

Ia menambahkan, hujan dengan intensitas sedang yang turun di lokasi cukup membantu proses pemadaman, meski masih ditemukan sisa asap di beberapa titik.

“Ya, secara umum api sudah padam, namun kami tetap melakukan pengaturan suhu untuk memastikan tidak ada titik api yang menyala kembali,” jelasnya.

Mengenai kondisi lahan yang didominasi hutan dan semak belukar dengan vegetasi tanaman paku, serta pepohonan mahang. Selain itu, terdapat pula lahan olahan masyarakat yang ditanami karet dan kelapa sawit.

Ia mengatakan, jenis tanah berupa gambut kering dengan kondisi parit dan embung yang minim udara menjadi salah satu faktor penyulit dalam proses pemadaman.

Ia mengatakan, sebanyak 69 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut. Sejumlah peralatan juga diturunkan padamkan karhutla diantaranya menggunakan mesin mini streker, mesin robin, nozel, selang 1,5 inci, jet pump, serta kendaraan operasional roda empat.

Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari respons cepat ke lokasi saat kejadian, pemetaan potensi kerawanan, pengumpulan bahan keterangan terhadap saksi dan pemilik lahan, pemetaan sebaran api menggunakan drone, identifikasi sumber udara, hingga penerapan pola blokade.

Kapolsek menegaskan, penyebab kebakaran dan dugaan pelaku masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran ini. Jika ditemukan unsur kesengajaan, tentu kami akan melakukan tindak sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, Manajer Pusdalops-PB BPBD Bengkalis Erzansyah menyebutkan, saat ini kondisi karhutla masih dalam posisi siaga untuk pendinginan dilokasi kebakaran. Bahkan ada beberapa titik apa yang baru terjadi, yang disebabkan oleh kondisi cuaca panas dan angin kencang.

Ia menyebutkan, seperti kebakaran lahan di Kecamatan Bukit Batu pada hari ke 3 yang terjadi sejak, Selasa (10/2/2026) sampai Kamis (12/2/2026) pukul 16.44 WIB di Jalan Thomas, Desa Batang Duku, Kecamatan Bukit Batu dengan titik koordinat 1.37811519N, 102.11350395E.

Status lahan perkebunan dengan vegetasi lahan semak belukar dan pepohonan mahang, jenis tanah gambut dengan topografi datar tipe kebakaran atas dan bawah, dengan luas kebakaran lebih 0,5 Ha.

"Kondisi terkini di lokasi ini, titik api sudah padam namun asap masih ada. Upaya yang telah dilakukan dengan melakukan koordinasi, pemantauan, pelaporan dan pemadaman oleh Satgas Gabungan Darat," jelasnya.

Sedangkan titik api di Jalan Ahmad Yani, Desa Sejangat, kecamatan Bukit Batu, dengan titik koordinat 1.33119838 E. 102.13853716. Diketahui penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.

"Sedangkan dampak terbakarnya lahan perkebunan dan semak belukar dengan status lahan milik masyarakat, dengan vegetasi tanah semak belukar, jenis tana gambut kondisinya sangat memprihatinkan. Luas lahan yang terbakar mencapai lebih kurang 2 Ha, luas lahan yang sudah dipadamkan 2 Ha dan pendinginan 0,5 Ha," jelasnya.

Sedangkan di Kecamatan Bantan hari pertama kebakaran di Dusun Tambak Rejo, Desa Jangkang Kecamatan Bantan. Penyebab kebakaran belum diketahui dan dalam penyelidikan kepolisian.

Status lahan semak belukar dengan vegetasi lahan kebun karet dan semak belukar, jenis tanah gambut dengan luas lahan kebakaran seluas 0,5 Ha.

Baca Juga: Pakai Basis Varian Tertinggi dan Status Terbatas

"Untuk perkembangan penanganan Karhutla di Kabupaten Bengkalis untuk hotspot sampai, Kamis (12/2) pukul 17.00 WIB sebanyak 18 titik, dengan jumlah kejadian sebanyak 8 kasus, dengan luas lahan 130,1 hektar. Kondisi terakhir seluruh lokasi kebakaran sudah berhasil dipadamkan, namun masih dalam kondisi siaga untuk dilakukan pendinginan" jelasnya.

Editor : M. Erizal
#titik panas #hotspot #pemadaman karhutla #karhutla bengkalis