Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Festival Ditiadakan, Tradisi Lampu Colok Tetap Dilakukan Masyarakat Bengkalis

Abu Kasim • Jumat, 6 Maret 2026 - 18:25 WIB

Indahnya lampu colok yang ditampilkan peserta festival lampu colok pada malam 7 Lukur Ramadan 1446 Hijriyah tahun lalu di Pulau Bengkalis.
Indahnya lampu colok yang ditampilkan peserta festival lampu colok pada malam 7 Lukur Ramadan 1446 Hijriyah tahun lalu di Pulau Bengkalis.

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Alasan efisiensi anggaran, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis sudah memastikan Festival Lampu Colok tahun ini tidak dilaksanakan. Meski demikian, tradisi lampu colok tetap dilaksakan masyarakat pada malam tujuh likur mendatang.

Terhadap keputusan itu,bKepala Disparbudpora Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura, mengatakan meskipun festival tidak digelar, tradisi lampu colok tetap diharapkan berjalan seperti biasa di tengah masyarakat.

“Ya, lampu colok tetap dilaksanakan oleh masyarakat seperti biasa. Hanya saja tahun ini dari kami tidak mengadakan perlombaan maupun memberikan hadiah bagi yang terbaik,” jelas Edi Sakura, Jum'at (6/3/2026).

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah rutin menggelar festival lampu colok, yang diisi dengan perlombaan serta pemberian uang pembinaan bagi peserta terbaik. Namun pada tahun ini kegiatan tersebut terpaksa tidak dilaksanakan.

“Jadi kami tidak melombakan tahun ini lampu coloknya, karena efisiensi. Termasuk uang pembinaan juga tidak ada tahun ini,” ujarnya.

Meski tanpa perlombaan, Disparbudpora Bengkalis berencana akan melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi lampu colok, yang digelar masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap tradisi tersebut.

“Kami masih mencari tempat, desa atau kelurahan yang kira-kira bersedia didatangi. Nanti kami datang untuk pembukaan secara simbolis, kemungkinan juga Bupati akan berkunjung ke beberapa lokasi lampu colok,” ujar Edi Sakura.

Dikatakannya, tradisi lampu colok sudah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Bengkalis dan bahkan telah masuk dalam kategori warisan budaya tak benda.

“Ini merupakan tradisi masyarakat yang juga masuk dalam warisan budaya tak benda. Kita percaya tradisi ini tidak akan hilang di tengah masyarakat,” jelasnya.

Edi berharap, meskipun tanpa festival yang difasilitasi pemerintah daerah, masyarakat tetap mempertahankan dan menyemarakkan tradisi tersebut seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Karena sekarang kondisi keuangan daerah belum memungkinkan. Insya Allah tahun depan kita laksanakan kembali,” ujarnya.

Editor : M. Erizal
#Lampu Colok #Lampu Colok Bengkalis #ramadan