Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

1,5 Juta Warga Riau Telah Terima Manfaat Program MBG

S
Penulis: Soleh Saputra❯
Petugas membawa ompreng untuk didistribusikan ke sekolah SDN 99 Jalan Durian Pekanbaru, beberapa waktu lalu. (Evan Gunanzar/Riau Pos)
Petugas membawa ompreng untuk didistribusikan ke sekolah SDN 99 Jalan Durian Pekanbaru, beberapa waktu lalu. (Evan Gunanzar/Riau Pos)

Advertisement

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru saat ini terus menggesa realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Riau. 

Hingga saat ini, sudah terdapat 674 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang berdiri di Riau. 

Kepala KPPG Pekanbaru Dr Syartiwidya mengatakan, dari jumlah SPPG tersebut saat ini sudah 1.512.338 masyarakat Riau yang menerima program MBG tersebut. Jumlah tersebut terdiri dari anak sekolah, balita, ibu hamil dan Ibu menyusui.

“Hingga saat ini sudah ada 674 SPPG di Riau, dari jumlah tersebut ada 1.512.338 masyarakat Riau yang menerima manfaat dari program MBG ini,” katanya. 

Selain telah banyaknya penerima program ini. Melalui program pemerintah ini juga telah menggerakkan perekonomian di daerah, karena perputaran uang melalui program ini juga cukup besar di daerah. 

Advertisement

“Secara estimatif, jika satu dapur melayani 3.000 penerima manfaat, maka setiap dapur dapat menerima dana sekitar Rp450 juta per dua pekan, mencakup biaya bahan makanan, operasional, dan sewa tempat,” ujarnya.

Dengan demikian, potensi perputaran dana MBG di Riau bisa mencapai Rp81 miliar setiap dua pekan. Hal ini menjadikannya program dengan efek terhadap perekonomian daerah.

Program ini juga memberikan dampak besar terhadap pemberdayaan UMKM lokal. Setiap dapur diperbolehkan bekerja sama dengan 10 hingga 15 pemasok (supplier) dari kalangan UMKM sekitar. 

“Bahan pangan seperti sayur, ikan, dan kebutuhan lainnya diutamakan berasal dari wilayah setempat untuk memastikan perputaran ekonomi lokal tetap hidup. Kami arahkan sebisa mungkin menggunakan supplier yang dekat dari dapurnya, agar uang beredar di masyarakat sekitar. Dengan begitu, UMKM semakin terlibat dalam mendukung ketahanan pangan daerah,” jelasnya.

Kendati demikian, pelaksanaan MBG di Riau tidak terlepas dari tantangan. Salah satu kendala utama terdapat di daerah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Meranti yang kerap menghadapi gangguan rantai pasok bahan baku akibat faktor geografis dan transportasi. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Presidium Forum Silaturahmi Yayasan Mitra MBG Riau Tuntut 8 Poin Taklimat

Presidium Forum Silaturahmi Yayasan Mitra MBG Riau Tuntut 8 Poin Taklimat

Ada 8 poin taklimat evaluasi tata kelola MBG agar lebih baik. Itu untuk menjamin keberlangsungan program sekaligus kepastian mitra

Terkendala Teknis, Tiga SPPG di Pulau Bengkalis Tak Beroperasi

Terkendala Teknis, Tiga SPPG di Pulau Bengkalis Tak Beroperasi

Diduga akibat adanya kendala teknis masalah keuangan, tiga SPPG di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis untuk sementara tak beroperasi

39 Ribu Penerima MBG di Meranti Tak Terima Makanan Selagi Kualitas Udara Masih Memburuk

39 Ribu Penerima MBG di Meranti Tak Terima Makanan Selagi Kualitas Udara Masih Memburuk

39 ribu penerima manfaat program MBG di Kabupaten Kepulauan Meranti terdampak penghentian sementara penyaluran makanan sejak PJJ.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer