Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Festival Lampu Colok, Pemuda Pangkalan Batang Lakukan Persiapan Malam 27 Ramadan

Abu Kasim • Minggu, 8 Maret 2026 - 15:20 WIB

Pemuda Desa Pangkalan Batang Barat setelah berbuka puasa langsung bergotong royong membangun menara lampu colok untuk dilombakan dalam Festival Lampu Colok, Sabtu (7/3/2026) malam.
Pemuda Desa Pangkalan Batang Barat setelah berbuka puasa langsung bergotong royong membangun menara lampu colok untuk dilombakan dalam Festival Lampu Colok, Sabtu (7/3/2026) malam.

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Kabar kembali digelarnya Festival Lampu Colok di Kabupaten Bengkalis disambut antusias oleh para pemuda dan masyarakat yang selama ini aktif melestarikan tradisi tersebut di berbagai desa di Kabupaten Bengkalis.

Ketua Menara 2 Lampu Colok Desa Pangkalan Batang Barat, Syahrul mengatakan, pemuda di daerahnya telah mempersiapkan pembangunan menara lampu colok sejak beberapa waktu terakhir.

Apalagi ada keputusan untuk kembali melombakan tradisi ini memberikan semangat baru bagi para panitia dan masyarakat.

“Kami bersyukur, kalau Disparbudpora Bengkalis kembali melombakan tahun ini tentu kami senang. Dari awal pemuda memang sudah menargetkan untuk ikut lomba dan mempersiapkan pembangunan menara lampu colok,” jelas Syahrul.

Menurutnya, tradisi lampu colok merupakan warisan budaya yang selalu dinantikan masyarakat setiap menjelang akhir Ramadan. Selain menghadirkan pemandangan indah pada malam hari, kegiatan tersebut juga mempererat kebersamaan warga kampung.

Ia menyebutkan, pembangunan menara lampu colok biasanya dilakukan secara gotong royong oleh pemuda dan masyarakat setempat. Dana pembangunan berasal dari berbagai sumber, seperti bantuan desa, pengajuan proposal kepada sejumlah pihak, serta sumbangan masyarakat.

Syahrul menjelaskan, biaya pembangunan satu menara lampu colok bisa mencapai puluhan juta rupiah, tergantung desain dan bahan yang digunakan.

“Kalau untuk satu menara, paling kecil sekitar Rp20 juta. Itu pun kalau ada bahan yang masih bisa dipakai dari tahun sebelumnya,” jelas Syahrul.

Meski membutuhkan biaya cukup besar, antusiasme masyarakat untuk mendukung tradisi lampu colok tetap tinggi. Banyak warga yang ikut menyumbang serta membantu proses pembangunan menara.

Ia mengatakan, masyarakat sering menanyakan kepada panitia apabila pembangunan lampu colok belum dimulai seperti biasanya.

“Terkadang masyarakat bertanya kenapa belum dibuat. Artinya mereka memang menunggu tradisi ini setiap Ramadan,” jelasnya.

Untuk tahun ini, menara lampu colok yang dibangun di Pangkalan Batang Barat mengusung desain berbentuk masjid. Proses pengerjaan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen dan tinggal tahap penyelesaian sebelum ditegakkan.

Lampu colok sendiri biasanya dinyalakan selama tiga malam terakhir Ramadan, yakni malam ke-27, 28, dan 29 Ramadan 1447 Hijriyah. Pada malam tersebut masyarakat biasanya datang berkeliling kampung untuk menikmati keindahan menara lampu colok yang menyala di berbagai titik desa.

Syahrul berharap, tradisi lampu colok di Bengkalis dapat terus dipertahankan dan dilestarikan oleh generasi muda, sehingga tetap menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus bagian dari identitas budaya daerah.

Sedangkan Kepala Disparbudpora Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura menegaskan bahwa pelaksanaan agenda tahunan ini, merupakan instruksi langsung dari Bupati Bengkalis, Kasmarni.

“Untuk perlombaan Festival Lampu Colok tetap dilaksanakan pada tahun 2026 ini. Tradisi ini sudah mengakar kuat di tengah masyarakat, terutama saat Ramadan. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga warisan budaya ini agar tidak hilang ditelan zaman,” tegas Edi pada, Sabtu (7/3/2026).

Masyarakat yang ingin berpartisipasi sudah bisa mulai melakukan persiapan. Disparbudpora Kabupaten Bengkalis membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam Budaya Lampu Colok 2026.

Pendaftaran dibuka mulai tanggal 6 hingga 14 Maret 2026 bertempat di Kantor Disparbudpora Kabupaten Bengkalis, Bidang Kebudayaan. (ksm)

Editor : M. Erizal
#tradisi ramadan #Lampu Colok #Festival Lampu Colok Bengkalis #Lampu Colok Bengkalis